Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
ISO pipa Jargas Surabaya diduga palsu, Rini: Justru saya ingin selamatkan PT Indopipe
Mantan Direkrut Marketing PT Indopipe, Rini Retno Wulan didampingi pengacara Purwanto, SH saat press conference di kediamannya di Central Park Blok B-7 Ketintang Surabaya beberapa saat lalu. Foto: Ridwan-lensaindonesia.com
HEADLINE JATIM RAYA

ISO pipa Jargas Surabaya diduga palsu, Rini: Justru saya ingin selamatkan PT Indopipe 

LENSAINDONESIA.COM: Mantan Direktur Marketing PT Indopipe, Rini Retno Wulan menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki niat menjatuhkan reputasi perusahaan pipa yang pernah dibesarkannya dengan membeber berbagai fakta di media massa termasuk soal produksi pipa yang tidak sesuai dengan persyaratan dan standarisasi sehingga bisa menimbulkan resiko juga dipergunakan.

Sebagai salah satu pendiri PT Indopipe, Rini mengungkapkan, bahwa rilisnya disejumlah media terkait berbagai permasalahan di perusahaan merupakan bentuk tanggungjawab moral kepada pemilik.

Langkah peraih Platinum Award Winner 2014 ini juga bertujuan untuk mencari kebenaran, keadilan, kejujuran akan permasalahan yang saat ini sedang terjadi  di internal PT Indopipe.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada rekan-rekan dari media yang telah bersedia meluangkan waktu untuk menjembatani saya dalam mencari kebenaran, keadilan, kejujuran akan permasalahan yang saat ini sedang terjadi di internal PT Indopipe.”

“Dari sekian banyak pertimbangan, maka yang akhirnya saya memutuskan menempuh cara ini untuk bisa membantu saya menemukan jawaban yang sebenarnya dari pertanyaan dalam batin saya, yaitu: “Kenapa kami harus diperlakukan sedemikian rupa?,” ungkap Rini dalam keterangan pers yang diterima LICOM beberapa waktu lalu.

Rini menandaskan, rilisnya kepada media tersebut justru akan menyelamatkan PT Indopipe dari masalah yang akan muncul dikemudian hari.

“Insya Allah langkah yang saya ambil ini diridhoi oleh Allah dan diberikan kemudahan dalam mencari jalan yang terbaik bagi kami untuk supaya bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan cara yang lebih bijaksana dan tetap bisa menjaga etika bisnis yang seharusnya, dan yang lebih penting disini saya tekankan bahwa ini semua tidak lepas karena rasa tanggung jawab moral saya kepada pemilik PT Indopipe, dimana beliau adalah seorang warga negara asing yang telah bersedia berinvestasi di Indonesia. Dan beliau telah mempercayai saya selama 12 tahun ini untuk menjadi rekan kerjanya beliau yang telah dimulai sejak awal PT Indopipe berdiri di tahun 2004 yang lalu.”

Baca Juga:  Diduga akan tawuran, 17 pemuda di Surabaya diamankan polisi

“Selain dari pada itu beliau bukan hanya sekedar investor, melainkan saya memandang beliau sebagai orang asing yang memiliki jiwa sosial sangat tinggi, sebelum melakukan investasi dan membuka pabrik yang telah banyak memberi kesempatan dan lapangan pekerjaan seperti yang kita lihat saat ini, beliau juga banyak menyekolahkan anak-anak yang kurang mampu tetapi pandai sehingga bisa memiliki masa depan yang lebih baik, beberapa ada juga yang bekerja di PT Indopipe,”.

Dari penggalan sejarah PT Indopipe yang secara singkat saya sampaikan di atas tentunya tidak aneh jika sampai saat ini saya merasakan keterikatan batin yang masih cukup kuat kepada Indopipe hal tersebut tidak bisa saya hindari, karena sebagai salah satu pendiri tentunya saya selalu berfikir yang terbaik untuk Indopipe,”.

“Sehingga dengan sendirinya saya tidak bisa menghindari sikap kritis saya dalam melihat segala bentuk permasalahan yang timbul dari kebijakan yang salah yang dilakukan saat ini, akan menjadi masalah dikemudian hari yang akan membawa dampak negatif bagi PT Indopipe, dan pada saat hal itu terjadi mungkin sudah terlambat untuk kita bisa menyelamatkan, mungkin lebih tepatnya apa yang saya rasakan saat ini merupakan intuisi seorang Ibu kepada anaknya,” ujar rini.

“Alhamdullilah akhirnya pada hari ini bisa terlaksananya press conference. Terimakasih saya juga kepada keluarga besar saya (orang tua dan adik-adik) kepada suami dan anak-anak atas dukungan dan doanya selama ini, kepada teman-teman saya yang masih tersisa saat ini terimakasih atas support-nya,” pungkasnya.

Diketahui, dalam keterangannya kepada LICOM, Rini menyampaikan bahwa pipa gas produksi PT Indopipe yang saat ini digunakan untuk utilitas Proyek Jaringan Gas (Jargas) PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero Tbk di Surabaya tidak sesuai dengan persyaratan dan standarisasi.

Baca Juga:  Indonesia dominasi 30 persen sebagai konsumen properti Crown Group

Sebab, pipa Polyethylene (berbahan plastik) ukuran 63 mm dan 180 mm produksi PT Indopipe sepanjang 167 km yang dipasang oleh kontraktor pelaksana PT Hutama Karya (Persero) itu ternyata tidak mengantongi sertifikat International Organization for Standardization 4437 atau ISO 4437.

Karena itu marking ISO 4437 yang tercantum dibatang pipa yang telah ditanam untuk jaringan ke rumah-rumah warga di Surabaya itu pun dipastikan palsu. Mengingat pipa yang diproduksi PT Indopipe tersebut belum pernah dilakukan tes sesuai yang disyaratkan pada ISO 4437.

“PT Indopipe tidak pernah memiliki sertifikat ISO 4437 tersebut. Maka dalam hal ini PT Indopipe telah melakukan pembohongan publik,” ungkap mantan Direktur Marketing PT Indopipe, Rini Retno Wulan kepada LICOM di Surabaya, beberapa saat lalu.@LI-13/BERSAMBUNG