LENSAINDONESIA.COM: Pengakuan mengejutkan diungkap calo SIM Satpas Colombo, Surabaya, yang biasa mangkal di Jl Ikan Kerapu. Calo itu menyebut hampir seluruh anggota yang berdinas di tempat yang jadi tanggung jawab Sat Lantas Polrestabes Surabaya itu diduga terlibat percaloan.

Hasil investigasi Lensa Indonesia, ternyata sistem percaloan di Satpas Colombo ini nyaris mustahil bisa dihilangkan karena adanya oknum yang membudayakan. “Kalau sampai dihilangkan, bukan hanya kami yang kehilangan penghasilan, tapi orang dalam sana juga sama,” ujar salah satu calo yang enggan disebut identitasnya.

“Kenapa saya bilang begitu, karena banyak sekali oknum di dalam (Satpas Colombo) baik anggota maupun PHL juga ‘bermain’, makanya kalau setiap ada pergantian pimpinan (Kasat) pasti pada mengeluh karena ada pengetatan minimal seminggu,” tambahnya.

Pria dengan logat bicara daerah tertentu ini juga menjelaskan, bahwa hubungan para calo dengan oknum nakal Satpas Colombo terjalin sejak lama dan saling membutuhkan. Bahkan belakangan juga ada penunjukan koordinator calo untuk lebih merapikan ‘sistem kerja’ mereka.

“Modusnya, oknum nakal itu menginventarisir data para koordinator calo SIM Satpas Colombo dan hanya mau bekerjasama dengan mereka. Ini dilakukan untuk meminimalisir masalah, saksi dan sanksi bila ada hal-hal tak diinginkan. Kami tau siapa saja oknumnya beserta bukti dan foto-fotonya,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kanit Regident Sat Lantas Polrestabes Surabaya, AKP Sigit, membantah keras tuduhan para calo bahwa di Satpas Colombo banyak oknum nakal yang terlibat praktik percaloan SIM. “Saya berterima kasih atas masukannya. Tapi hal itu tidak benar mas. Bila ada oknum ‘bermain’ pasti akan kami tindak tegas,” ancamnya, Senin (22/5/2017). @rofik