LENSAINDONESIA.COM: Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, minggu lalu telah menerima surat perintah dimulainya Penyidikan (SPDP) Bos PT Gala Bumi Perkasa, Henry J Gunawan daribpenyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Henry J Gunawan yang berstatus sebagai tersangka pengelolaan pasar turi baru oleh Bareskrim Mabes Polri tersebut, kembali ditetapkan menjadi tersangka oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya dalam kasus penggelapan dan penipuan yang dilaporkan oleh seorang Notaris yang berdomisili di Surabaya.

Kajari Surabaya Didik Farkhan Alisyahdi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (26/5/2017) membenarkan kabar telah diterimanya SPDP atas nama Henry J Gunawan. “Benar, SPDP atas nama tersangka Henry J Gunawan sudah kami terima,” terang Didik.

Jaksa asal Bojonegoro ini menjelaskan, Henry J. Gunawan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penggelapan dan penipuan dan dijerat pasal 372 dan 378 KUHP. Sementara pihaknya telah menunjuk dua Jaksa untuk meneliti berkas tersebut.

“Jaksa yang menangani kasus ini ada dua Jaksa peneliti yakni Jaksa Ali Prakoso dan Damang Anungbowo, yang saat ini sedang memeriksa berkasnya,” tambahnya.

Henry J Gunawan, bos PT Gala Bumi Perkasa, resmi ditetapkan tersangka oleh Sat Reskrim Polrestabes Surabaya dalam kasus penipuan dan penggelapan, setelah dilaporkan Notaris, Caroline. Pengusaha property itu diduga melakukan penipuan dan penggelapan dengan kerugian korban mencapai Rp14,5 miliar.

Data yang dihimpun Lensa Indonesia, Caroline melaporkan Henry Gunawan sejak 29 Agustus 2016. Berawal saat notaris tersebut mempunyai klien (korban) yang sedang melakukan jual beli tanah dan bangunan dengan Henry. Saat itu objek yang dijual Henry dibeli korban sebesar Rp4,5 miliar.

Setelah itu, korban membayar ke Henry. Korban seharusnya menerima SHGB (sertifikat hak guna bangunan) dari Henry. Namun, SHGB yang masih ada ditangan Caroline, tiba-tiba diambil orang suruhan Henry Gunawan. Selanjutnya SHGB itu dijual lagi tanpa sepengetahuan korban seharga Rp10 miliar.

Korban yang mencoba menanyakan SHGB kepada Henry Gunawan mendapat penjelasan bahwa SHGB masih berada di Caroline (notaris). Namun setelah dicek kebenarannya, Caroline mengaku jika SHGB itu diambil anak buah Hendry. Merasa ada yang tak beres, notaris Caroline melaporkan Henry Gunawan ke Mapolrestabes Surabaya.

Setelah dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan beberapa kali, polisi dikabarkan menemukan fakta bahwa Henry Gunawan terbukti telah melakukan penipuan dan penggelapan dua kali dalam satu obyek. Yaitu Rp 4,5 miliar dan Rp 10 miliar. Atas dua alat bukti yang dikantongi penyidik, Henry Gunawan akhirnya resmi ditetapkan menjadi tersangka.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, saat dikonfirmasi membenarkan atas kabar ditetapkannya Henry Gunawan sebagai tersangka atas kasus tersebut sejak April 2017 lalu.

“Ya benar, ada LP (Laporan Polisi) dari pelapor bernama Caroline tentang penipuan dan penggelapan. Kasus ini masih kami kembangkan,” ujarnya, Selasa (9/5/2017). @rofik