LENSAINDONESIA.COM: Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan 10 remaja diduga anggota geng motor Jepang (Jembatan Mampang), Gudang Perkara (GP) dan Solter18 yang bermarkas di sekitar Kota Depok, Selasa (30/5) sekitar pukul 23.00 WIB.

Namun setelah menjalani pemeriksaan awal, tiga remaja dibebaskan karena tidak termasuk dalam anggota jaringan geng motor.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, para anggota geng motor itu disergap di Warung Popaye Jl Mawar 1, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok.

Setelah itu polisi mengembangkan dengan melakukan penggeledahan di dua lokasi. “Penggeledahan warnet KTC Net Jl Poin Mas dan Warnet 3 net Jl Raya Tanah Baru,” ujar Argo.

Dalam penggeledahan polisi mengamankan barang bukti berupa satu set panah beserta busur yang ditemukan di warnet KTC dan sebilah klewang yang ditemukan di warnet 3 net. “Mereka pecahan dari geng Jepang (Jembatan Mampang) yang kumpul dahulu dan berangkat bersama-sama dari Depok untuk mencari sasaran dan melakukan penganiayaan terhadap sasaran dengan cara melakukan pengeroyokan dengan menggunakan senjata tajam di lokasi yang menjadi sasaran,” bebernya.

Semua remaja yang ditangkap langsung menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya.

Berikut tujuh nama remaja yang diduga geng motor dan ditangkap Polda Metro.

Genk Solter18; MBJ, mengaku terlibat dalam 15 TKP pembacokan (Jakbar, Jaksel, Jaktim, Depok), TSP dan MK

Genk Gudang Perkara (GP); mengaku terlibat dalam 11 TKP pembacokan (Jakbar, Jaksel, Jaktim, Depok), EAS, JA, RCP