LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum KADIN PB Jatim, Alim Basa Tualeka meminta agar pemprov proaktif menstabilkan harga bahan sembilan bahan pokok (sembako) menjelang Lebaran. Jika diperlukan, Pemprov Jatim bisa menjalin sinergitas dengan daerah lain agar stok tetap aman.

Alim mengatakan saat ini lonjakan harga kebutuhan pokok pada bulan Ramadan jauh lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya. Hal ini didorong karena kenaikan harga BB! dan tingginya permintaan. “Semakin besar permintaan tentu harganya semakin tinggi. Nah Pemerintah harus bertanggung jawab atas kestabilan harga-harga agar masyarakat tidak merasa keberatan,” katanya, Kamis (1/6/2017).

Salah satu yang diusulkan pihaknya ialah agar Pemprov Jatim membangun sinergitas dengan wilayah-wilayah yang memiliki stok surplus. Dia mencontohkan jika harga bawang putih di Jawa Timur terlalu tinggi, jangan ragu untuk membuka keran sinergitas dengan wilayah lain yang memiliki stok melimpah.

“Nah kalau memang tidak ada barang maka pemerintah harus membuka diri, karena ini kebutuhan,” ujarnya.

Namun jika memang daerah-daerah lain tak memiliki stok yang berlebih, maka level yang lebih atas yaitu negara untuk hadir.

Di sisi lain, pemprov juga harus tegas terhadap kartel pangan yang merajalela. “Pemerintah harus bergerak, jangan hanya jelang Idul Fitri atau Idul Adha tapi terus kontinyu. Kalau ada pelanggaran hukum, ya kita serahkan ke aparat hukum,” pungkasnya. @licom