LENSAINDONESIA.COM: Koalisi Amerika Serikat terus melancarkan serangan udara terhadap kelompok ISIS di Suriah dan Irak sejak pertengahan tahun 2014.

Hanya saja, menurut Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon, sedikitnya 484 warga sipil tewas akibat serangan udara yang diberi nama Operation Inherent Resolve.

Menurut laporan yang dilansir kantor berita AFP, Sabtu (3/6/2017), total 21.035 serangan udara telah dilakukan koalisi Amerika Serikat terhadap militan ISIS antara Agustus 2014 hingga April 2017.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa jumlah total korban tewas dari warga sipil meningkat lebih dari sepertiga dibanding bulan lalu yang menyebutkan kematian 352 warga.

Peningkatan itu sebagian besar dikarenakan serangan udara yang dilakukan pada 17 Maret lalu di kota Mosul, Irak. Saat itu pesawat militer AS menjatuhkan bom dengan target para sniper ISIS di atas sebuah gedung. Namun ternyata di bawah ada 101 warga yang berlindung dan 4 warga lainnya di sekitar lokasi. Ratusan warga sipil itu langsung jadi korban.

Pentagon menyatakan, gugus tugas The Inherent Resolve menanggapi semua laporan korban warga sipil dengan serius dan meneliti semua laporan secara mendalam. @LI-15