LENSAINDONESIA.COM: Pasukan elite Amerika Serikat sedang membantu Angkatan Bersenjata Filipina untuk membebaskan Kota Marawi dari kekuasaan kelompok milisi Maute yang pro-ISIS.

Menurut juru bicara Kedutaan Besar AS di Manila, permintaan bantuan telah diajukan pemerintah Filipina beberapa waktu lalu.

“Sesuai dengan permintaan pemerintah Filipina, pasukan operasi khusus AS sedang mendampingi AFP (militer Filipina) dalam operasi di Marawi guna menolong para komandan AFP di lapangan dalam perlawanan menghadapi Maute dan ASG (kelompok Abu Sayyaf),” kata sang juru bicara kepada kantor berita Reuters.

Dari sisi Filipina, juru bicara militer Filipina di Marawi, Letnan Kolonel Jo-Ar Herrera, mengonfirmasi bantuan AS. “Mereka tidak bertempur. Mereka hanya menyediakan sokongan teknis,” kata Herrera, kepada kantor berita Agence-France Press, tanpa merinci sokongan teknis yang dimaksud.

Pada Jumat (09/06/2017), pesawat pengintai P3 Orion milik militer AS terlihat terbang di atas Kota Marawi, namun belum ada bukti bahwa AS telah mengirim pasukan.

Letnan Kolonel Jo-Ar Herrera mengatakan ada sebanyak 13 personel marinir Filipina yang tewas dalam pertempuran melawan kelompok Maute baru-baru ini. Jumlah itu menambah daftar serdadu Filipina yang tewas menjadi 58 orang sejak pertempuran berlangsung tiga pekan lalu. Selain serdadu, pemerintah Filipina mengatakan sedikitnya 138 milisi dan 20 warga sipil meninggal dunia.

Kelompok Maute, yang dipimpin kakak-beradik Omar dan Abdullah Maute, masih menguasai Kota Marawi walau mengalami gempuran berhari-hari.

Bergabungnya pasukan AS dalam upaya merebut kembali Kota Marawi mengemuka di tengah ketegangan AS dan Filipina sejak Duterte menjabat presiden. Durerte mengumumkan ‘perceraiannya’ dengan AS usai bertemu Presiden Cina, Xi Jinping, di Beijing pada Oktober tahun lalu.@bbc