LENSAINDONESIA.COM: Kasus pencaplokan lahan Jl Upa Jiwa yang dilakukan manajemen Marvel City nampaknya akan berakhir dengan keputusan sewa lahan. Pemkot Surabaya nampaknya juga senada dengan mempersilahkan kepada Marvel City untuk menyewa tanpa mengindahkan kasus pidana penyerobotan tanah.

Kebijakan ini mendapat sorotan tajam dari Anggota Komisi C DPRD Surabaya Vinsesnsius yang mengatakan akan menciderai kewibawaan Pemkot Surabaya.

“Kita tidak berbicara soal uang dan untung, akan tetapi efek pembelajaran biar tidak terjadi hal serupa. Harusnya dituntaskan dulu pidananya terkait penyerobotan tanah,” kata politisi NasDem yang akrab disapa Awey ini.

Awey mengaskan, seharusnya Pemkot Surabaya membongkar bangunan dan mengurus adminstrasi dengan jelas sebelum melakukan keputusan menyewakan lahan tersebut.

“Jika sewa tanah langsung diterima oleh Pemkot, pastinya pemerintah tidak memiliki harga diri. Jadi intinya Pemkot tidak perlu memberikan sewa terhadap Marvell City terkait jalan Upa Jiwa,” katanya

Politisi yang dikenal kritis ini menyampaikan jika perjanjian sewa ini terealisasi, tidak menutut kemungkinan semua orang akan melakukan hal serupa.

“Jika kalah dalam kasus serupa maka akan mengajukan sewa terhadap Pemkot Surabaya. Ya ini jadi preseden buruk dan akan dicontoh pihak lain,” tegasnya.

Sebelumnya, pihak Pemkot Surabaya mengatakan penyelesaian kasus penyerobotan Jl Upa Jiwa oleh Marvel City sangat dimungkinkan untuk disewakan saja. Hal ini dikarenakan dengan dali lahan ini sebelumnya tidak pernah digunakan oleh Pemkot Surabaya.

“Sangat memungkinkan disewa, karena berdasarkan keinginan dishub untuk mengembalikan kembali fungsi jalan di sekitarnya,” kata Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Maria Theresia Ekawati Rahayu beberapa waktu lalu kepada media.

Menurut Yayuk sapaan akrab Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Surabaya, satu-satunya pintu keluar dari kasus tersebut selama aset ini tidak digunakan pemkot.

Bagaimana dengan bangunan basement parkir serta Lottemart di bawah jalan serta jembatan penghubung gedung di atas jalan yang merupakan aset Pemkot? “Yang disewa bukan jalan tapi ruang dibawahnya dan diatas. Semua masuk aset, dari sisi pengelolaan ruang,” ungkapnya.@wan