LENSAINDONESIA.COM: Jelang lebaran, Hakim Anne Rusiana dan Jaksa Darwis dari Kejari Surabaya kompak menggelar sidang super kilat terhadap Mas’ud (58) warga Jl Medokan Tambak IIIB/1 Rungkut, Surabaya.

Dalam fakta persidangan, Kamis (15/6/2017) terdakwa yang melakukan ancaman pembunuhan terhadap saksi Sumanto, oleh Jaksa Penuntut Umum Darwis, hanya dikenakan pasal 335 ayat (1) tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Saksi Sumanto dalam keterangannya, menyebut terdakwa tidak senang terhadap dirinya dan berusaha melakukan pembunuhan menggunakan pisau. “Terdakwa mengaku tidak suka dengan saya dan menyuruh saya pindah kos. Padahal dia bukan tuan rumahnya, dia langsung mengambil pisau dan berusaha menusuk saya,” ungkapnya.

Disinggung mengenai terdakwa yang tidak dijerat Pasal 376 KUHP tentang Percobaan Pembunuhan, JPU Darwis menyatakan perbuatan Mas’ud hanya tidak menyenangkan terhadap orang lain. “Itu pasal tidak menyenangkan,” ungkapnya.

Dalam sidang super kilat tersebut, JPU Darwis menuntut Mas’ud dengan Pasal 335 ayat (1). “Terdakwa terbukti melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan menuntut dengan 4 bulan penjara,” ujarnya saat membacakan dakwaan.

Setelah JPU membacakan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana memberikan hak kepada terdakwa untuk melakukan pembelaan. Mendapat kesempatan teraebut, terdakwa memohon agar diperingan karena sudah tua dan sakit sakitan. “Saya punya penyakit Bu Hakim dan sering sakit sakitan,” ungkap Mas’ud.

Tak berapa lama, Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana kemudian menjatuhkan vonis selama 2 bulan 10 hari terhadap Mas’ud. “Memvonis terdakwa dengan hukuman 2 bulan 10 hari penjara, dipotong masa tahanan dan membayar perkara sidang sebesar Rp 2 ribu,” pungkasnya.@rofik