LENSAINDONESIA.COM: Tim Satgas Pangan Polrestabes Surabaya, Kamis (15/6/2017), menggerebek rumah produksi sirup yang tidak dilengkapi ijin edar dari dinas terkait di Jl Ngaglik 58 Surabaya. Dalam proses pembuatannya, sirup berbagai rasa ini dibuat hanya dengan komposisi utama air PDAM (mentah) dan dicampur essence (perasa buah) sehingga kebersihan dan kelayakan konsumsinya sangat diragukan.

Rumah produksi yang dikelola FM (68) ini dalam praktiknya, menggunakan label merk Kita dan Sriti yang ternyata juga tak pernah didaftarkan di dinas terkait manapun. Meskipun dalam botol sirup-sirup tersebut tertulis kode IRT (Industri Rumah Tangga), namun belakangan saat dicek, IRT tersebut ternyata palsu atau tidak terdaftar.

Dihadapan Tim Satgas Pangan Polrestabes Surabaya, FM memperagakan caranya meracik sirup dengan dibantu 2 karyawannya. Awalnya, air PDAM (mentah) disiapkan kemudian ditambah pewarna, gula, sitrun dan essence. Setelah itu, FM mencampurkan bahan tersebut ke dalam mesin pengaduk. Setelah bahan tercampur, baru dituangkan ke dalam botol-botol kaca dan dilabeli merk Kita dan Sriti.

“Dari pengakuan pelaku, sirup-sirup tersebut diedarkan di wilayah Surabaya, dikemas dalam dus yang berisi 12 botol. Lalu per dusnya dijual dengan harga Rp 60 ribu,” ujar Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Bayu Indra Wiguno.

Atas temuan ini, Tim Satgas Pangan Polrestabes Surabaya akan segera berkoordinasi dengan BPOM Kota Surabaya untuk meneliti lebih lanjut bahan-bahan yang digunakan dalam sirup-sirup tersebut. “Jika memang terbukti bersalah, pelaku bisa kami jerat Pasal 142 Juncto Pasal 91 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Pasal 62 Juncto Pasal 8 huruf i Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen,” imbuhnya.

Untuk proses penyidikan lebih lanjut, Tim Satgas Pangan Polrestabes juga mengamankan barang bukti berupa 28 stiker merk Kita dan Sriti, 256 kardus sirup merk Kita, 124 kardus merk Sriti, 840 sirup tanpa merk, 2 gentong sirup siap kemas dan 1 unit alat untuk isi botol. @nanda