LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum DPP Hanura, Oesman Sapto Odang (OSO), menceritakan tentang masa kecilnya yang suram dan besar di daerah pesisir di wilayah Palopo, Sulawesi Selatan.

“Saya dulu sama seperti kalian. Saya dilahirkan di pinggir laut sebagai anak miskin dan anak yatim,” ujar OSO saat memberikan sambutan di sela buka bersama ratusan anak yatim di Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Namun, kata Ketua DPD RI ini, hal tersebut jangan membuat diri menjadi kecil. Justru, dia meminta kepada ratusan anak yatim untuk menjaga martabatnya.

“Yang paling penting anak-anakku, harus merasa anak manusia yang bermartabat,” serunya.

OSO menambahkan, dirinya bisa sukses seperti sekarang, karena patuh dan menyayangi kedua orang tuanya, khususnya sang ibu.

“Cintailah ibu, ibu, ibu. Kenapa ayah nomor empat? Karena ayah tidak bisa melahirkan. Siapa yang melahirkan? Ibu. Siapa siapa yang menyusui? Ibu,” pungkasnya.@dg