Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Bupati Bojonegoro Suyoto mengapreasiasi adanya Program Keluarga Harapan (PKH). Ia mengatakan program dari Kementerian Sosial ini menjadi salah satu pengentas kemiskinan di wilayahnya. Dimana Kabupaten Bojonegoro yang sebelumnya menjadi daerah termiskin di Jawa Timur, kini mampu keluar dari zona itu.

“Tahun 2000 Bojonegoro jadi daerah termiskin di Jatim. Setelah ada PKH kita keluar dari ‘kutukan’ itu. Ini bukti bahwa program ini mampu menyejahterakan masyarakat miskin,” ujarnya saat mendampingi Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa memberikan bantuan PKH non tunai di Desa Dolog Gede Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jumat (23/6/2017).

Lanjutnya, beberapa pengusaha yang ditemuinya ternyata alumni PKH. Ini membuktikan bahkan program ini efektif mengentas kemiskinan. “Ini bukti Program Keluarga Harapan mampu mengeluarkan masyarakat dari kemiskinan,” ujar Kang Yoto (sapaan akrab bupati).

Ditambahkan, Mensos Khofifah Indar Parawansa menjelang Lebaran 2017 pihaknya semakin sibuk dengan PKH. Langkah ini dilakukan karena beban masyarakat bertambah jelang lebaran.
Apalagi kali ini bebarengan dengan memasuki tahun ajaran baru yang otomatis kebutuhan keluarga akan bertambah.

“Dengan begini orang tua bisa menjawab pertanyaan anaknya memasuki tahun ajaran baru,” jelas Khofifah.

Menurutnya, dari pengajuan sejumlah penerima bantuan ini, bahwa anak-anak mereka sudah waktunya mengganti alat kebutuhan sekolah. “Meski di Hari Raya, kalau kebutuhan sekolah anak terpenuhi, hati mereka akan tenang,” paparnya

Sementara, salah satu warga Dolokgede, Bojonegoro yang juga penerima PKH Taslimah (40) mengaku bersyukur bisa menerima beras sejahtera (Rastra) tepat waktu.

“Alhamdulillah saya menerima Rastra pas tanggal 7 kemarin. Ini bisa buat Lebaran. Maturnuwun pak presiden,” tegas Taslimah.

Taslimah mengaku tidak pernah berpikir bagaimana untuk bisa menikmati Lebaran dengan kecukupan beras. Mengingat suaminya yang sudah tua hanya bisa menjadi buruh tani dengan penghasilan Rp 30.000 setiap harinya.

Pencairan dana PKH di Bojonegoro totalnya mencapai Rp 87.871.770.000 yang dibagikan untuk 46.493 keluarga penerima manfaat (KPM). Untuk bantuan Rastra, total Rp 166.597.279.200 untuk 121.462 keluarga. Sedangkan bantuan sosial disabilitas totalnya mencapai Rp 30 juta untuk 10 orang.@sarifa