LENSAINDONESIA.COM: Deni dan Karnoto, asal Jl Banyuurip, Surabaya, dihajar massa hingga babak belur saat ketahuan melakukan pencurian di rumah Ernawati, warga Desa Senden, Kecamatan Peterongan, Jombang. Petugas Polres Jombang yang berusaha mengevakuasi kedua pelaku, sempat kesulitan karena warga sudah terlanjur geram dan ingin main hakim sendiri.

Aksi kedua pelaku ini tergolong cukup lihai dan nekat. Pelaku mengincar rumah yang kelihatan sepi dengan pintu terbuka, sehingga dengan santainya masuk bertamu dan mengaku saudara yang hendak servis barang elektronik. “Mereka masuk rumah saya dan mengaku kepada tetangga sebagai saudara yang hendak mengambil barang elektronik untuk diservis. Namun setelah saya bilang bukan saudara, langsung dikejar warga,” ungkap Ernawati kepada wartawan, kemarin.

Pelaku yang mengendarai motor akhirnya dikejar warga hingga ke kawasan Desa Ngrandu. Begitu berhasil ditangkap, keduanya langsung digelandang ke Balai Desa Senden. Barang bukti curian, televisi LED 32 Inch, laptop dan uang tunai Rp 1,5 juta, diamankan sambil menunggu kedatangan polisi.

Saat menunggu kedatangan polisi, sejumlah warga yang geram mulai terprovokasi. Satu persatu mereka memukul dan menendang pelaku pencurian. Petugas Polres Jombang yang datang ke lokasi sempat kesulitan melakukan evakuasi karena warga terus berusaha menghakimi pelaku.

Sempat terjadi kericuhan karena warga yang terlanjur emosi terus berusaha menyerang kedua pelaku pencurian. Bahkan ada yang melempari dengan batu. Khawatir keselamatan pelaku, polisi yang memagari dengan tameng kemudian menghalau warga yang terus merangsek maju dengan pukulan rotan. Tak lama kemudian, pelaku berhasil dimasukkan ke dalam truk Sabhara dan dilarikan ke Polres Jombang.

Kapolsek Peterongan AKP Mintarto memastikan kedua pelaku pencurian akan diproses hukum setelah dibawa ke Polres Jombang. “Warga jangan main hakim sendiri, biarlah mereka diadili melalui hukum yang ada di negara ini. Tindakan main hakim tidak dibenarkan,” jelasnya di lokasi kejadian. @Obi