LENSAINDONESIA.COM: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto batal diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korsi (KPK). Lewat surat, Ketua Umum Partai Golkar itu mengaku kesehatannya menurun.

Menurut , Setya tidak dapat menghadiri panggilan KPK hari ini sebagai saksi dalam kasus e-KTP. Alasannya, kondisi kesehatannya tengah menurun sejak beberapa hari lalu.

“Benar, tidak bisa hadir,” kata Kepala Biro Pimpinan Kesetjenan DPR, Hani Tahaptari, Jumat (7/7/2017).

Menurut dia, Kesetjenan DPR telah mengirimkan surat keterangan kepada KPK dan meminta penjadwalan ulang waktu pemeriksaan Ketua DPR sebagai saksi tersebut.

Hani menjelaskan kondisi Setnov sedang menurun dan sempat tidak masuk kantor selama beberapa hari. Menurut dia, Setya sempat hadir kemarin dalam acara halal bihalal pegawai Sekretariat Jenderal DPR RI. “Kemarin beliau datang memaksakan, karena inikan acara satu tahun sekali,” tuturnya.

Sedianya Setnov diagendakan diperiksa penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP, Andi Narogong. Penyidik juga mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat, M. Jafar Hafsah dan Khatibul Umam Wiranu, politikus PKS Jazuli Juwaini, dan mantan pimpinan Banggar DPR Mirwan Amir.

KPK sendiri pada pekan ini sudah memeriksa sejumlah pimpinan dan anggota Komisi II DPR periode 2009-2014. Diantaranya Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, anggota DPR fraksi PKB Abdul Malik Haramain, anggota DPR dari fraksi PDI-Perjuangan Arief Wibowo, mantan ketua DPR Marzuki Ali.@licom