Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Di Surabaya, dua terdakwa sindikat narkotika dijerat pasal rehabilitasi
Terdakwa kasus narkotika Satria Pakrti dan Nur Dicky Ashari menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (12/07/2017). Foto: Rofik-lensaindonesia.com
HEADLINE JATIM RAYA

Di Surabaya, dua terdakwa sindikat narkotika dijerat pasal rehabilitasi 

LENSAINDONESIA.COM: Dua terdakwa kasus sindikat narkotika jenis sabu, Satria Pakrti dan Nur Dicky Ashari menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (12/07/2017).

Satria dan Nur Dicky itu terlihat sangat tenang mendengarkan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya. Kedua terdakwa sepertinya sudah tahu bahwa dirinya bakal didakwa dengan pasal cukup ringan (Rehabilitas) oleh JPU dari Kejari Surabaya, Neldy Denny.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum Neldy Denny dijelaskan, kasus ini berawal saat adanya laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa sering adanya penyalahgunaan narkotika di daerah Medaeng, Sidoarjo. Atas laporan tersebut, anggota Datreskoba Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan selama empat hari.

“Dalam penyelidikan, petugas melihat gerak-gerik kedua terdakwa yang mengendarai motor lalu membuntutinya, hingga kearah Surabaya, dan saat dilakukan penangkapan di Jl Donokerto dan setelah diegelah petugas mendapati shabu seberat 0,36 gram,” terang Neldy membacakan Dakwaan.

Atas perbuatannya ini, kedua terdakwa dijerat pasal 112 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Selain itu, kedua terdakwa juga dijerat dengan pasal rehabilitasi sesuai pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Usai dakwaan dibacakan, majelis hakim yang diketuai Jan Manopo langsung memberi kesempatan kedapa kedua terdakwa untuk mengajukan eksepsi. Namun anehnya, kedua terdakwa justru menolaknya. “Kami tidak mengajukan eksepsi pak hakim,” kata Satria kepada majelis hakim.

Sidang pun berlanjut dengan agenda pemeriksan saksi polisi yang menangkap kedua terdakwa. Dalam keterangannya, saksi mengaku berhasil mendapatkan barang bukti sabu dari kedua terdakwa. “Dari pengakuan kedua terdakwa, sabu itu dibeli dari seseorang di Jalan Kunti, Surabaya,” katanya.

Baca Juga:  HTI dibubarkan, Giliran individu penyebar khilafah harus ditindak tegas

Tak lama saksi dalam memberikan keterangan, hakim Jan Manopo langsung menggelar sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Kepada majelis hakim, kedua terdakwa mengaku bahwa dirinya merupakan pemakai sabu. “Ini yang kedua kalinya saya pakai sabu,” kata terdakwa Satria.

Kedua terdakwa pun kompak mengaku bahwa barang haram tersebut untuk dipakainya sendiri. “Saya beli dengan harga Rp 200 ribu, saya pakai berdua,” kata terdakwa Saktria kepada hakim Jan Manopo.

Usai memberikan keterangannya, hakim Jan Manopo langsung menutup persidangan. “Sidang ditutup dan dilanjutkan pekan depan dengan agenda penuntutan,” pungkas hakim Jan Manopo sembari mengetuk palu pertanda sidang ditutup.@rofik