Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso yakin bahwa penyelundupan 1 ton sabu yang terungkap di Banten memiliki keterkaitan dengan jaringan narkoba di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

“Itu (penelusurannya) sedang diikuti, tapi saya yakin ada (kaitannya dengan lapas),” kata Budi Waseso di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, (14/07/2017).

Untuk penelusuran di Lapas, Budi Waseso mengatakan, pihaknya juga bekerja sama dengan TNI dan Bea Cukai.

“Sekarang sedang penelusuran di semua wilayah. Kita kerja sama antara Polri, TNI, Bea Cukai. Sudah ketangkap oleh Polda Metro Jaya (penyelundupan di Banten), kita sama-sama mengungkap lanjutannya,” ucap pria yang akrab disapa Buwas itu.

“Nanti penelusuran TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) kita sama-sama (lakukan), penelusuran jaringan kita juga sama-sama. Sekarang mana bagian BNN, mana bagian kepolisian, mana bagian Bea Cukai dan juga melibatkan BIN (Badan Intelijen Negara),” imbuh Buwas.

Saat disinggung tentang jaringan kelompok narkoba yang bermain di Anyer tersebut, dia enggan menjelaskan secara rinci.

“Nanti dulu, karena baru diungkap, ini kepolisian juga ungkap secara bersama-sama kita ya. Yang jelas ini bagian dari 72 jaringan internasional. Karena ini masih dalam penelusuran, saya belum bisa sampaikan,” ujar Buwas.

Fakta lainnya yang disebut Buwas, ternyata penyelundupan sabu di Banten ini bukan yang terbesar dari segi jumlah dan kelompok jaringannya.

“Ada yang lebih besar lagi (jaringan dan barang buktinya). Itu mau disebarkan di Jawa dan tempat besarnya di Jawa. Ini yang lolos (ke Indonesia) lebih besar dari itu (penyelundupan di Banten),” ujar Buwas.

Namun Buwas lagi-lagi tidak mau menyebutkan jumlah narkoba yang lolos yang disebut-sebut jumlahnya lebih besar dari temuan di Banten tersebut.

“Saya tidak bisa mengatakan sekarang karena itu menyangkut kerahasiaan kita dan sedang kita ikuti ya. Tapi yang pasti yang lolos kemarin itu lebih besar dari yang sekarang ditangkap satu ton itu (yang di Banten),” pungkas dia.

Sebelumnya, tim gabungan Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1 ton di bangunan bekas Hotel Mandalika, Anyer, Serang, Banten. Operasi tersebut merupakan hasil pengembangan yang dilakukan dari Jakarta.@LI-13