Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Politisi Golkar-Demokrat ini siap jadi calon alternatif di Pilgub Jatim
HEADLINE DEMOKRASI

Politisi Golkar-Demokrat ini siap jadi calon alternatif di Pilgub Jatim 

LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah nama bakal calon Cagub-Cawagub di Pilgub Jatim 2018 terus bermunculan. Kali ini ada pasangan Zainudin Amali (ZA) asal Partai Golkar dan Fandi Utomo (FU) asal Partai Demokrat. Keduanya merupakan Anggota DPR RI Dapil Jatim.

Pasangan ZA-FU menyatakan siap jadi pasangan alternatif di Pilgub mendatang, meskipun hingga saat ini belum resmi mendaftarkan diri ke partai politik.

Pasangan yang sama-sama politisi dan menjabat pimpinan di Komisi II DPR RI ini memiliki massa yang cukup besar, sehingga mereka yakin bisa bersaing dengan pasangan calon lainnya.

Soal alasan keduanya yang bisa menjadi figur alternatif cukup unik, sebagai wakil rakyat asal Jatim keduanya mengetahui bagaimana kinerja Gubernur Jatim Soekarwo dalam menata pembangunan di masyarakat. Tak heran jika kemudian Jatim selalu menjadi jujugan pejabat RI dalam berbagai permasalahan. Termasuk diraihnya sejumlah penghargaan dari pemerintah RI terkait pembangunan di masyarakat.

“Kami sangat eman jika nanti pasangan gubernur dan wagub tidak mampu melanjutkan pembangunan di masyarakat yang dirintis oleh Pakde Karwo (sapaan akrab Soekarwo). Dan sebaliknya, kami sudah hafal dan belajar bagaimana kebijakan Pakde Karwo dibuat sehingga dijadikan barometer pembangunan di Indonesia,” kata Zainudin yang juga Ketua Komisi II DPR RI ini, Minggu (16/7/2017).

Apalagi, ZA juga pernah menjabat Ketua DPD Partai Golkar Jatim, maka otomatis dirinya sering berkeliling di Jatim. Termasuk dalam Pilgub Jatim yang lalu, ZA merupakan tim pemenangan pasangan KarSa (Karwo-Saifullah Yusuf) jilid II hingga sampai gugatan MK.

“Saya kira hal itu dapat menjadi modal bagi saya dengan Pak Fandi sebagai calon alternatif,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Fandi Utomo. Dirinya maju dalam Pileg dari dapil Jatim I (Surabaya-Sidoarjo) bukan karena ambisi, namun dirinya memahami karakteristik masyarakat Jatim.

Baca Juga:  Polsek Lakarsantri tangkap tiga pengedar narkoba

Pasalnya, sebagai politikus Partai Demokrat sudah lama malang melintang mengurus kebesaran Partai Demokrat di Jatim. Termasuk dirinya sudah pernah menjajal maju dalam Pilwali Kota Surabaya, meski kalah.

“Sebagai pasangan alternatif kami berdua tidak terlalu berambisi. Jika ada parpol yang melamar ya monggo. Kalau tidak ada toh kami masih menjabat sebagai anggota komisi II DPR RI,” ucap FU.

Sedangkan soal pembagian jabatan Cagub-Cawagub antar keduanya. Menurut ZA hal itu diserahkan kepada Pakde Karwo yang tahu persis akan kinerja keduanya.

“Soal itu saya serahkan sepenuhnya kepada Pakde Karwo,” tukasnya.@sarifa