Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Gas ExxonMobile Cepu Limited (MCL) Bojonegoro, Jawa Timur bocor. Akibatnya, dua warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro
mengalami keracunan hydrogen sulfida (H2S).

Tragisnya, kejadian bocornya gas di di Lapangan Minyak dan Gas (Migas) Banyuurip yang dioperatori ExxonMobile Cepu Limited (MCL), merupakan peristiwa keempat. Kini, warga mengalami trauma.

Dua warga yang menjadi korban peristiwa Senin (7/11/2016) itu, yaitu Sofiana (25) dan Muflichatunni’mah (21) asal RT 10/ RW 02 Dusun Dawung, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam. Bahkan, Muflichatunni’mah sampai tidak sadarkan diri dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Padangan untuk mendapatkan perawatan intensif. Sofiana mendapatkan perawatan di Puskesmas Gayam.

Kedua korban itu mengalami keracunan gas H2S dari perusahaan migas blok cepu Exxon mobile Cepu Limited ( EMCL). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.30 wib. Lantaran kejadian ini merupakan insiden yang keempat kali, sehingga membuat warga Desa Mojodelik ketakutan jika kejadian akan terulang.

“Saat itu, saya mencium ada bau yang menyengat seperti bau telur busuk, terus saya merasa pusing, mual dan muntah-muntah,” kata Sofiana, Selasa (8/11/2016).
Warga menyesalkan selama 2016 ini sudah 4 kali kejadian serupa menimpa warga. Tapi, pihak EMCL seperti tidak peduli. Bahkan, warga kesal dan galau karena Pemerintah Kabupaten bersikap “sok budek”. Bahkan, EMCL juga seperti tidak peduli perlindungan terhadap hak warga untuk mendapatkan lingkungan hidup yang sehat dan terbebas dari bahaya gas beracun yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Padahal, pasal 65 ayaht 1 UU RI no.32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup disebutkan menjamin hak warga untuk mendapatkan lingkungan yang sehat, yang merupakan bagian dari Hak Azasi manusia (HAM). Karenanya, warga mempertanyakan sikap ‘sok budeg’ Pemkab Bojonegoro, yang berrencana melaksanakan festival HAM pada akhir November 2016 ini.

Pihak EMCL saat dihubungi LICOM, melalui telpon seluler pada selasa (8/11/106) tidak memberikan jawaban. Pemkab Bojonegoro melalui Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro Elsa deba Agustina saat dihubungi melalui via whatsapp, ia mengatakan√ā¬†bahwa korban harus segera dipulihkan, pelayanan kesehatan terbaik dan resume dokter terhadap kesehatan pasien harus jelas.

“Warga tetap tenang tertib dan selalu waspada. Tim kesehatan standbay penuh untuk layanan masyarakat,” terang Elsa.

Elsa menghimbau perusahaan EMCL mengecek kembali sumber kebauan, dari mesin yang sama atau sumber-sumber lain.

“Dampingi dan fasilitasi warga termasuk ganti rugi warga terdampak. BLH siap memantau dan melakukan pengawasan ke EMCL dan desa atau warga untuk antisipasi dan mengetahui kondisi riil yang ada di lapangan. Dan Smoga keadaan segera membaik,” tutupnya. @jhon/licom