Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pelindo III mudahkan ijin sandar kapal dengan aplikasi IBS
Di awal tahun 2017, Pelindo III Tanjung Wangi sudah menginformasikan adanya sistem IBS kepada para pengguna jasa. Foto-ist
Bisnis

Pelindo III mudahkan ijin sandar kapal dengan aplikasi IBS 

LENSAINDONESIA.COM: Aplikasi Integrated Billing System atau IBS, beralamat Web : anjungan.pelindo.co.id, kini memudahkan para pengguna jasa kepelabuhanan mengajukan permohonan sandar kapal kepada Pelindo III.

Pelindo III Tanjung Wangi, Selasa (18/07) lalu gelar sosialisasi kepada pihak eksternal terkait pengenalan proses bisnis aplikasi IBS bertempat di ruang rapat kantor Pelabuhan Tanjung Wangi. Sosialisasi ini diikuti perwakilan dari 19 Perusahaan Bongkar Muat dan Perusahaan Pelayaran seperti, PT Pelni, Pertamina, Djakarta Lloyd, dll. Enam pilar yang menjadi unggulan pelayanan berbasis teknologi informasi IBS, yakni E-Regristration, E-Booking, E-Payment, E-Billing, E-Care dan E-Tracking.

General Manager Pelindo III Tanjung Wangi, Edy Sulaksono memaparkan, Kementerian BUMN mewajibkan Badan Usaha Pelabuhan untuk menerapkan single billing yakni Integrated Billing System.

“Penerapan sistem IBS diharapkan mampu mempercepat pelayanan dan bisa mengurangi tatap muka langsung antara Pelindo III dengan pelanggan jasa kepelabuhanan,” ujar Edy dalam keterangan resminya, Jumat (21/07/2017).

Beberapa manfaat sistem IBS ini antara lain transparansi biaya, efisien penggunaan kertas, kemudahan tracking dalam permohonan serta pelayanan. Selain itu, pengguna jasa juga bisa mengetahui jumlah kapal yang sudah dibongkar setiap harinya.

“Guna memudahkan bertransaksi pada pembiayaan serta pembayaran, Pelindo III Tanjung Wangi bekerjasama dengan beberapa Bank diantaranya Bank Jatim, Mandiri, serta BNI. Dalam uji coba aplikasi IBS tersebut, tak ditemukan kendala dalam pengoperasiannya dan aplikasi tersebut cukup kompatibel untuk diakses dengan menggunakan segala jenis gadget,” tandas Edy.

Beberapa pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III juga telah menerapkan sistem IBS yakni Tanjung Perak, Tanjung Emas, Gresik, Banjarmasin, Celukan Bawang dan terakhir Tanjung Wangi. Sistem IBS di Tanjung Perak sudah diterapkan sejak bulan November tahun 2016. Pelindo III menargetkan aplikasi IBS diterapkan di seluruh pelabuhannya pada akhir tahun 2017.

“Di awal tahun 2017, Pelindo III Tanjung Wangi sudah menginformasikan adanya sistem IBS kepada para pengguna jasa,” tandas Edy.

Fahmi Akbar Saputra dari Direktorat Tekhnologi Informasi dan Komunikasi Kantor Pusat Pelindo III menjelaskan, di beberapa cabang pihak IT Pelindo III menemui beberapa tantangan dalam penerapan sistem IBS diantaranya dibutuhkan effort lebih untuk mengedukasi pengguna jasa, sulitnya koneksi jaringan di pelabuhan kecil yang jauh dari kota besar, jauhnya jarak pelabuhan menuju Bank/ATM, pengguna jasa terutama cabang kecil belum familiar dengan teknologi.

“Bahkan, di Celukan Bawang (Bali) ada pengguna jasa yang belum pernah menggunakan komputer. Bagi pengguna jasa yang baru menggunakan aplikasi tersebut, mereka merasa sedikit direpotkan sebab harus memasukkan data yang mereka butuhkan sendiri ke dalam sistem IBS,” terang Fahmi.

Untuk mengantisipasinya, telah disiapkan tim khusus pendampingan implementasi aplikasi IBS untuk para pengguna jasa Pelindo III yang ada selama tiga hari, yakni mulai Rabu (19/07) s.d Jumat (21/07). Pendampingan awal dibuatkan forum di media sosial whatssappyang diikuti Pengguna Jasa, Pelindo III dan tim IT Kantor Pusat Pelindo III.@Rel-Licom