Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
PPP dalam refleksi HAN: Anak Indonesia masa depan Indonesia
Ketua Fraksi PPP DPR RI, Reni Marlinawati.
LENSA DEMOKRASI

PPP dalam refleksi HAN: Anak Indonesia masa depan Indonesia 

LENSAINDONESIA.COM: Ketua Fraksi PPP DPR RI, Reni Marlinawati,  mengatakan, peringatan Hari Anak Indonesia (HAN) 23 Juli ini harus dijadikan momentum bangsa ini untuk menyiapkan anak-anak kita sebagai generasi masa depan yang tangguh, berakhlakul karimah, inovatif dan tetap menjunjung tinggi budaya nusantara. Tantangan untuk menyiapkan generasi unggulan itu semakin berat dan menantang.

Sejumlah masalah serius terhadap masa depan anak menjadi perhatian bersama, agar generasi unggulan ke depan bisa terwujud.

“Sejumlah masalah serius yang mengancam masa depan anak-anak kita seperti narkoba, pornografi, seks bebas, bulying, kekerasan terhadap anak,  termasuk konten media sosial/internet menjadi masalah yang hari ini menempati daftar masalah tertinggi yang mengancam anak-anak kita. Perlu pendekatan yang komprehensif untuk membentengi anak-anak kita dari ancaman-ancaman nyata yang ada di depan kita itu,” ujar Reni dalam keterangan tertulisnya yang diterima LICOM, Minggu (23/7/2017).

Lebih jauh Reni menjelaskan, langkah yang dilakukan pemerintah dan DPR dengan berbagai perangkat hukum yang disiapkan serta program kerja pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memastikan pemenuhan hak anak dan perlindungan anak tentulah tidak cukup. Peran dan dukungan serius dari seluruh stakeholder masyarakat luas dan orang tua, lanjut Reni, harus muncul untuk memastikan anak-anak tumbuh dan berkembang dalam keadaan baik dan sehat.

Selain itu, Wakil Ketua Umum DPP PPP ini menambahkan, penguatan pendidikan formal dan pendidikan agama diharapkan menjadi salah satu benteng untuk memperkokoh dan memperkuat karakater anak Indonesia.

“Anak Indonesia selain harus memiliki kecerdasan juga harus memiliki adab yang luhur. Oleh karenannya, salah satu ikhtiar yang Fraksi PPP lakukan melalui politik legislasi dan anggaran dengan mendorong penguatan lembaga pendidikan keagamaan melalui RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan yang menjadi insiatif Fraksi PPP di DPR RI,” jelasnya.

Baca Juga:  Diisukan akan nahkodai Demokrat Jatim, Emil dinilai kurang optimal jadi pengurus parpol

PPP pun mendorong lembaga lembaga formal pemerintahan agar semakin menguatkan koordonasi dan kerjasama antarinstansi agar lebih maksimal lagi dalam memberi perlindungan dan pengawasan terhadap anak-anak Indonesia.@licom