LENSAINDONESIA.COM: Keluarga Besar HMI dan KAHMI Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga menggelar Halal bi halal. Dalam acara tersebut, Anggota DPR RI, Ridwan Hisjam menekankan pentingnya terus menjaga NKRI dalam membina kerukunan dan kedamauan di Indonesia.

Politisi senior Golkar asal Jawa Timur ini Ridwan ini memaparkan dalam sambutannya, jika untuk masuk ke dalam organsasi HMI tidak hanya pendidikan agama yang ditanamkan, tapi juga pemahaman tentang ke-Indonesia-an menjadi satu kesatuan yang terpisahkan.

“Kita pahami bersama, sejak kita mengikuti training (LK 1 sampai LK 3), kita semua sudah dikenalkan, dididik dan ditanamkan dalam diri kita tentang nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, konsepsi ideologi, wawasan politik dan strategi politik serta keterampilan berorganisasi, sehingga setelah kita masuk HMI, maka Keislaman dan Keindonesian menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan terpatri dalam diri kita. Akan tetapi,  yang lebih penting dari itu semua, bahwa kader-kader HMI adalah calon pemimpin ummat dan bangsa,” ungkap Ridwan yang juga pernah menjadi kader HMI tahun 1960/1970 tersebut, Minggu (23/7/2017).

Ridwan menekankan, anggota HMI harus menjadi kader. Kader, lanjut Ridwan, adalah kader HMI bukan saja anggora HMI. Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara kader dan anggota HMI.

“Anggota HMI bisa datang dan pergi karena kurang memiliki militansi dan pemahaman yang kuat akan ideologi HMI, namun tidak demikian dengan Kader. Kader adalah sumber daya HMI yang memiliki militansi dan dasar-dasar ideologi HMI yang kuat dan siap merealisasikan mission of HMI,” jelasnya.

Anggota Dewan Komisi X tersebut berharap, dengan disampaikan pentingnya memiliki kader, akan memunculkan kader-kader yang unggul dalam HMI. “Terbinanya Insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT,”  paparnya.

Ridwan juga memaparkan tiga hal dalam merajut persatuan umat Islam sebagai kekuatan dan benteng NKRI, yakni pertama kondisi umat Islam saat tidak bersatu, kedua penegasan bahwa Islam dan umat Islam adalah benteng dan kekuatan NKRI, dan yang terakhir yakni kondisi NKRI saat ini seolah olah dalam ancaman.

“Sebagai kader HMI, mari kita cerdas dalam merespon kondisi kebangsaan dan keummatan saat ini. Apabila di tingkat arus bawah begitu kental polarisasi dan perpecahan ummat mari kita berkontribusi untuk berbuat, jangan biarkan sesama umat yang memiliki akidah yang sama tercerai berai,” ajak Ridwan yang terpilih dari Dapil Malang menjadi anggota DPR ini.@licom