Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Pecel, biasanya menggunakan sayuran kangkung ataupun bayam. Namun kuliner Pecel khas Kendal  ini menggunakan semanggi, tanaman liar yang banyak tumbuh di sawah.

Tidak hanya itu, sambel yang digunakan bukan hanya sambel kacang melainkan ditambah ubi. Pecel Semanggi ini lebih nikmat disantap dengan sate Keong Mas.

Dinamakan Pecel Semanggi karena bahan yang digunakan untuk kuliner ini adalah tanaman semanggi. Tidak ada campuran sayuran lain layaknya pecel pada umumnya, pecel semanggi hanya ada tanaman semanggi yang ditaburi sambel khas.

Sambel khas ini berbeda dengan pecel pada umumnya, jika pecel biasanya hanya sambel kacang tetapi pecel semanggi ini menggunakan campuran kacang dan ubi. Ubi jalar yang direbus kemudian diuleg bersama kacang dan cabai, ditambah gula jawa.

Bumbu yang ditaburi juga lebih nikmat, karena ada campuran ubi jalar pada sambelnya. Belum lagi tambahan sate keong, yang rasanya pas jika disantap bersama Pecel Semanggi.

“Yang beda memang sayurnya, kalau pecel umumnya ada kangkung, bayam dan lainnya, tapi pecel semanggi ya hanya daun semanggi saja,” kata Anton Munajat, pecinta kuliner warga Kendal.

Menurut Anton, yang membedakan adalah bumbu pecelnya. “Bumbunya ada tambahan ubi sehingga lebih gurih, belum lagi tambahan sate keong jadi lebih nikmat,” ungkapnya.

Penjual Pecel Semanggi di Kendal juga bisa dihitung dengan jari, kesulitan mencari bahan baku tanaman semanggi menjadi kendala utama. “Cari semangginya sekarang sulit karena tanaman sejenis rumput liar ini hanya ada di sawah ini tidak dibudidayakan sehingga jika tidak musim, pecel semanggi menjadi kuliner yang langka,” jelas Miskiah penjual Pecel Semanggi.

Pecel Semanggi biasanya mudah dijumpai saat pameran kuliner khas Kendal atau di sejumlah pasar tradisional. Untuk satu porsi pecel semanggi lengkap dengan dua tusuk sate keong hanya Rp 10.000. Tertarik dengan kuliner ini silahkan mampir ke Kendal untuk mencicipinya.@eko