LENSAINDONESIA.COM: Agustinus Joko Purnomo (33), penjaga sekolah sebuah SMP, dijebloskan sel tahanan Polres Pelabuhan Tanjung Perak karena melakukan pencabulan terhadap siswi di tempatnya bekerja sehingga korban hamil 7 bulan.

Pria warga Jl Tambak Wedi Tengah Surabaya ini disebut berulangkali melakukan pencabulan terhadap korban, sebut saja namanya Melati (13). Aksi bejadnya kali pertama dilakukan pada Desember 2016. Saat itu, korban yang duduk di kelas VIII hendak pulang sekolah namun mendadak dipanggil pelaku.

Selanjutnya, tersangka mengajak korban ke gudang sekolah dan dipaksa melayani nafsu setan Agustinus Joko Purnomo. Setelah selesai, korban diancam agar tak bercerita ke orang lain. Keesokan harinya, penjaga sekolah ini kembali mengulang perbuatannya di tempat dan waktu yang sama.

Pencabulan itu kembali diulang Agustinus Joko Purnomo pada pada 4 Juli 2017. Namun Melati yang perutnya mulai besar, akhirnya tak tahan dengan kelakuan penjaga sekolahnya dan bercerita kepada orang tuanya.

Mendapat cerita dari Melati, orang tua korban tidak terima dan melapor ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak. “Usai mendapat laporan, kami langsung menciduk pelaku di rumahnya,” terang Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kompol Arief Kristanto.

Dalam pemeriksaan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Agustinus mengaku sudah melakukan pencabulan terhadap korbann sebanyak tiga kali. “Pengakuannya mereka pacaran,” sambung Kompol Arief Kristanto.

Penyidik PPA Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang menangani kasus pencabulan ini memnyita tiga alat bukti yang digunakan saat peristiwa terjadi. Masing-masingi satu baju seragam sekolah, satu rok, dan satu celana dalam.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, penjaga sekolah cabul itu dijerat Pasal 81 dan 82 UU RI Tahun 2014 atas perubahan UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan Ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. @nanda