LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi mengedukasi penerapan hemat energi melalui Lomba Hemat Energi untuk sekolah SMP dan SMA di Surabaya, Rabu (26/07/2017).

Maritje Hutapea, Plt. Direktur Konservasi energi mengatakan, sikap hemat energi ini merupakan tanggung jawab bersama. Saat ini masyarakat Indonesia masih tergolong boros dalam penggunaan energi. Untuk itu, dengan program ini kami mengedukasi penerapan hemat energi ini di anak sekolah.

“Di usia sekolah ini, sangat perlu kita edukasi penerapan hemat energi agar kesadaran hemat energi menjadi kebiasaan dan tanggung jawab. Kita mulai menanamkan kebiasaan hemat energi di level dasar, seperti halnya kebiasaan menghemat penggunaan lampu di rumah maupun di lingkungan sekolah. Begitupun di rumah, halnya penggunaan AC, banyak yang boros. Padahal, suhu yang ideal dan nyaman itu pada angka 250C. Jika dinaikkan 10C saja akan terjadi kenaikan konsumsi listrik 1 persen. Untuk misi program edukasi ini mengkampanyekan penghematan listrik hingga 10 persen,” papar Maritje kepada Lensaindonesia.com.

Maritje menambahkan, segmen yang paling berpotensi tinggi guna menerapkan program hemat energi ini adalah segmen rumah tangga. Sebab di segmen ini secara signifikan terjadi pemborosan energi, terutama energi listrik.

“Terkait pelaksanaan lomba, akan diselenggarakan mulai Juli hingga Oktober 2017, dan untuk Surabaya sudah diikuti oleh 30 sekolah SMP dan SMA. Dan itu pun masih melewati tahapan seleksi. Untuk peserta, hingga akhir tahun ini kami menargetkan 150 sekolah se Indonesia tergabung dalam kompetisi ini,” tutup Maritje.

Lomba Hemat Energi antar sekolah SMP dan SMA sudah dilaksanakan di beberapa kota, yakni Palembang, Bandung, Denpasar, Surabaya dan yang terakhir Jabodetabek.@Eld-Licom