LENSAINDONESIA.COM: Penggerebekan Tim Satgas Khusus Bareskrim Mabes Polri terkait sindikat penipuan online di 4 rumah Perumahan Graha Family Surabaya ternyata juga dilakukan di 3 kota berbeda lainnya.

Selain di Surabaya, petugas juga melakukan penggerebekan di Bali, Jakarta dan Batam. “Hari ini dilakukan secara bersama di 4 kota berbeda. Kami kebagian (menggerebek) disini di Surabaya,” ujar AKBP Susatyo Purnomo Condro dari Tim Satgas Khusus Bareskrim Mabes Polri, Sabtu (29/7/2017).

Masih kata AKBP Susatyo, dari beberapa TKP tersebut ada yang memulai operasional sejak Februari 2017, 6 bulan lalu hingga bahkan setahun lalu. Nah agar tak terendus polisi para sindikat ini melakukannya dengan cara berpindah-pindah tempat.

“Orang-orangnya pun berubah-ubah. Saat ini masih kami data para pelaku yang jumlahnya 93 warga asing dari China, Taiwan dan Malaysia. Beberapa warga Indonesia juga kami tahan karena terlibat menyiapkan sarana dan prasarana. Modusnya sama dengan kota lainnya, karena memang satu jaringan. Petugas masih mendalami keterkaitan dengan masing-masing lokasi tersebut,” imbuhnya.

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, sebanyak 93 warga negara asing (WNA) yang diduga menjalankan bisnis penipuan online digerebek polisi di 4 lokasi di Perumahan Graha Family, tepatnya Jl Mutiara Graha Family I, Blok N1, E58, E68 dan M21, Surabaya, Sabtu (29/7/2017) sore.

Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB oleh petugas gabungan dari Polda Metro Jaya, Direktorat Tindak Pidana Cyber Crime Mabes Polri, Jatanras Polda Jatim dan Jatanras Polrestabes Surabaya.

Dari penggerebekan tersebut petugas gabungan mengamankan 93 WNA asal China dan Taiwan dan Malaysia. Rinciannya 26 wanita dan 67 pria. Mereka diduga kuat dipekerjakan dalam sindikat Online Fraud atau penipuan online.

Para pelaku yang diciduk dari rumah Blok E58, E68 dan M21 kemudian dikumpulkan menjadi satu di rumah Blok N1 Perumahan Graha Family. “Modusnya mengaku atau menjerat para korban secara random. Kemudian mengaku sebagai polisi atau jaksa. Korban-korbannya lalu diminta mentransfer sejumlah uang,” terang AKBP Susatyo Purnomo Condro dari Tim Satgas Khusus Bareskrim Mabes Polri, Sabtu (29/7/2017) sekitar pukul 20.00 WIB. @nanda