Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Montir ini menjelaskan khasiat sabu kepada hakim di persidangan
Mochammad Isrohan mendapat nasehat dari hakim saat disidang (rofik)
HEADLINE JATIM RAYA

Montir ini menjelaskan khasiat sabu kepada hakim di persidangan 

LENSAINDONESIA.COM: Mochammad Isrohan, terdakwa kasus penyalahgunaan Narkoba, mengaku mengkonsumsi sabu untuk menjaga stamina. Hal itu diutarakannya di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang diketuai Isjuaedi, Kamis (3/8/2017).

Dalam sidang dengan agenda keterangan saksi dari petugas Polsek Tambaksari yang dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa, pria yang bekerja sebagai montir motor itu mengaku menyuruh Bagas Yulianto (berkas terpisah) membeli sabu di Jl Kunti Surabaya.

“Saya menyuruh Bagas Yulianto membeli sabu di Jl Kunti dan dia (Bagas) saya kasih uang Rp 150 ribu,” ungkapnya saat menjawab pertanyaan Majelis Hakim.

Terdakwa Isrohan mengaku, dirinya rutin mengkonsumsi sabu karena pekerjaannya yang cukup menguras tenaga dan harus menjaga stamina. “Kerja di bengkel selalu ramai sehingga badan sering terasa lemes. Untuk menjaganya saya harus mengkonsumsinya (sabu) Pak Hakim,” tambahnya.

Hakim lalu menasehati terdakwa dampak mengkonsumsi dan keluarga menjadi korban karena akibatnya masuk penjara. Mendengar itu, Isrohan nampak lemas dan menundukkan kepala. “Saya tahu ini dilarang. Dampaknya merusak Pak Hakim, merusak semuanya yang ada dan saya miliki saat ini,” bebernya.

Dalam kasus ini, Isrohan didakwa pasal 114 jo pasal 132 dan 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi dari masyarakat yang mengungkapkan adanya penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Jl Salak, Surabaya pada April lalu.

Dari informasi itulah, petugas Polsek Tambaksari langsung melakukan penggerebekan. dalam penggeledahan, polisi menemukan satu poket sabu 0,34 gram dan seperangkat alat hisap dari tangan Isrohan.@rofik

Baca Juga:  Nilai ekspor JAPFA capai Rp 500 miliar lebih di 2019, Mentan: Indonesia pesaing dunia