LENSAINDONESIA.COM: Harga properti kian melambung, bagi yang berpenghasilan pas-pasan untuk membelinya, khususnya para millennials. Diprediksi, lonjakan harga rumah kurun lima tahun mendatang mencapai sekitar 150 persen, sementara kenaikan pendapatan hanya 60 persen di periode yang sama.

Solusinya, terapkan metode cicilan baru, menjadi trend di kalangan millenials adalah dengan mencari lender (pemberi pinjaman) yang bisa membiayai kebutuhan cicilan uang muka rumah kita melalui layanan pinjam meminjam berbasis teknologi alias p2p lending.

Untuk itu, Greenwoods Group, perusahaan properti yang bekerja sama dengan Gradana.com, perusahaan fintech (Financial Technology) memberikan langkah mudah untuk membantu para millenial memiliki sebuah rumah.

Angela Oetama, co-founder Gradana.com yang juga konsen pada pembiayaan down payment properti mengatakan, naiknya gaji sama naiknya harga rumah sekarang udah relatif gak terkejar.

“Bayangkan, mau beli rumah harga 800 juta, perlu uang muka minimum 120 jutaan (15% DP). Buat kita yang penghasilannya 10 juta dan bisa irit-irit nabung 3 jutaan per bulan, kita perlu nabung lebih dari 40 bulan (alias lebih dari 3 tahun) buat bisa nutup DP aja! Padahal, setelah lewat 3 tahun, harga rumah sudah meroket dan DP minimum nya pun ikut naik, alhasil kejar-kejaran kayak gini gak ada buntutnya” ujar Angela kepada Lensaindonesia.com, Selasa (08/08/2017) .

Pada program Gradana.com, membantu untuk afford rumah dengan skema cicilan DP yang bisa up to 24 – 36 kali. Dengan demikian, harga rumah yang awalnya susah dijangkau sekarang bisa lebih ringan cicilan DP nya tanpa perlu ada kas banyak di bank untuk nutup seluruh jumlah DP.

“Harga rumah di masa depan (future price) juga akibatnya bisa di-lock saat ini dengan adanya skema tersebut,” tandas Angela.

Sementara itu, Okie Imanto, CEO Greenwoods Group menjelaskan, program seperti yang ditawarkan oleh Gradana ini banyak membantu, sebabsangat membantu masyarakat yang sekarang jadi mampu membeli produk dan unit Greenwoods.

“Harga rumah di masa depan bakal terus melonjak dan kenaikan pendapatan belum tentu sepadan. Yang terpenting adalah mindset. Jika bukan sekarang, kapan lagi? Para millenials bisa mulai menyisihkan sebagian pendapatanya untuk mencicil sehingga mimpi memiliki rumah masih bisa terwujud,” tegas Okie.@Rel-Licom