Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Setidaknya 1.000 perempuan yang menderita kanker payudara berkumpul di ajang Indonesia Goes Pink 2017 yang diselenggarakan di Nusa Dia, Bali 7-8 Oktober mendatang. Berbagai kegiatan digelar seperti gathering, fun walk, pink run.

Ketua Indonesia Goes Pink (IGP) 2017, Hasta Sandes menjelaskan bahwa bulan Oktober merupakan bulan kepedulian kanker payudara sedunia. Oleh karena itu, aktivis dari Bali Pink Ribbon itu menuturkan ingin membuat even ini lebih banyak digaungkan, bahkan ke dunia internasional.

“Nah kita ingin masyarakat teredukasi akan kesadaran tentang apa dan bagaimana kanker payudara dan deteksi dininya. Kenapa kita pilih Bali karena kita ingin even ini bergaung hingga dunia internasional,sehingga kampanye kita akan lebih mengena,” ujarnya, Rabu (16/8/2017).

Setidaknya 1000 penderita kanker dan survivor akan tumplek blek di Pulau Dewata untuk saling berbagi kasih dan kisah. Ika Damayanti, Coordinator Program Reach to Recovery Surabaya mengatakan sejumlah kegiatan yang dilakukan seperti gathering bersama survivor, workshop, talkshow, Thousand Voices of Survivors Dinner, Pink Run, Fun Walk 3 km dan pemeriksaan USG. Bagi para suporter even digelar acara aktivitas lari 3 km, 10 km, dan 21 km.

“Jadi jangan bayangkan ini even nangis-nangis dan bersedih. Sebaliknya kegiatan ini merupakan celebrating of life,” tuturnya.

Poin penting lainnya ialah menyuarakan agar menyediakan obat-obat kanker yang murah, kualitas pelayanan kesehatan yang sama di tiap kota, kemudahan akses untuk pelayanan kesehatan. Serta desakan terhadap pemerintah agar memasukkan pemeriksaan wajib bagi kanker payudara seperti USG atau mammografi.

“Makanya kita akan undang anggota Komisi IX Pak Dede Yusuf dan Bu Menkes untuk dengarkan suara kami,” imbuh Shanty dari Love Pink. @licom