LENSAINDONESIA.COM: PT HM Sampoerna Tbk kerja bareng Lembaga Transform menginisiasi program Rumah Pintar di Desa Kabar, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Program ini bertujuan melindungi dan mencegah keterlibatan anak-anak pada aktivitas di pertanian dan pengolahan daun tembakau.

Diantara upaya yang dilakukan yakni penyediaan layanan pendidikan dan pengembangan keterampilan kepada anak-anak berusia 7-14 tahun (usia SD-SMP) yang pelaksanaannya di luar jam sekolah.

Direktur Transform, Suyono, SE mengatakan, program ini merupakan lanjutan ujicoba Rumah Pintar yang pernah dicanangkan tahun 2016 di dua desa, yakni Desa Jantuk dan Desa Padamara.

“Di tahun ini, program ini berlanjut dengan penambahan dua desa, yakni Desa Kabar Kecamatan Sakra, dan Desa Batu Putik Kecamatan Keruak, sehingga fasilitas tersebut kini berada di empat lokasi,” tandas Suyono kepada awak media, Selasa (22/08/2017).

Sementara itu, Ervin Laurence Pakpahan, Head of Stakeholders, Regional Relations & CSR Sampoerna menyampaikan, program ini merupakan bentuk komitmen dan upaya untuk mencegah adanya pekerja di bawah umur dengan adanya sarana aktivitas bagi anak-anak usia sekolah.

“Program Rumah Pintar terlaksana atas kolaborasi berbagai pihak, yaitu Sampoerna dari sektor swasta, Lembaga Transform, Pemerintah Daerah yang mencakup Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, UPTD Dinas Pendidikan Tingkat Kecamatan, Kepala Sekolah dan unsur pemerintahan desa,” imbuh Ervin.

Banyak manfaat layanan program rumah pintar, diantaranya mendorong peningkatan pengetahuan dengan adanya perpustakaan, kursus bahasa Inggris, kursus komputer dan bimbingan belajar matematika, pengembangan bakat dan keterampilan melalui seni tradisional, drumband, kelas berenang, olah raga (sepak bola, futsal, voli dan takraw); dan penyediaan fasilitas permainan pendidikan dan permainan kreatif melalui penyediaan fasilitas playground, TV, DVD player dan beberapa fasilitas permainan kreatif termasuk alat permainan tradisional.@Rel-Licom