LENSAINDONESIA.COM: Bakal Calon Walikota Bekasi Dr. Anggawira, tuding program Kartu Sehat Berbasis NIK yang menjadi andalan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi yang kerap disosialisasi Walikota setiap hari, sebagai program yang membebani Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi.

Menurut Anggawira yang juga Wakil Ketua DPD Gerindra Propinsi Jawa Barat ini menilai, apa yang dilakukan Walikota soal Kartu Bekasi Sehat Berbasis NIK sangat beresiko menimbulkan chaos di Rumah Sakit,  ketika APBD tidak mampu membayar claim RS.

“Coba jika kita bayangkan, bisa terjadi chaos di RS jika hal ini tidak diatur yang akhirnya menjadi beban APBD jika semua warga mendapatkan fasilitas kesehatan kartu sehat ini, terlebih kondisi keuangan saat ini sedang defisit, lalu Pemkot tidak bisa membayarnya,” terangnya.

Program subsidi kesehatan atau pendidikan, kata Angga, wajib dilaksanakan karena sesuai amanat UUD negara, namun harus juga mempertimbangkan daya dukung dan daya dorong APBD harus terukur dan tepat sasaran, dan tidak semua warga bisa mendapatkan kartu ini.

“Gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. Artinya, perencanaan pembangunan di Kota Bekasi dengan kondisi defisit seperti sekarang akan menjadi blunder dan membebani APBD, ” tegas Anggawira usai menghadiri Rapat Koordinasi Partai Gerindra Cabang Kota Bekasi, Kamis (24/8/2017).

Walikota Bekasi pun dinilainya hanya mencari popularitas bukan realistis dalam mengeluarkan Kartu Bekasi Sehat berbasis NIK tersebut. Termasuk juga penolakan Rahmat Effendi terkait program pemberlakuan kendaraan bernomor ganjil dan genap beroperasi di Jakarta, dianggap Walikota Bekasi terlalu reaktif dalam menanggapi program tersebut.

Padahal, lanjut Angga, program itu untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Jabotabek yang kian parah.  “Saya mewakili gubenur dan wakil gubernur DKI terpilih dalam rapat bersama Dewan Transportasi Jabotabek sudah melakukan kajian seminggu lalu, ” ujarnya membantah adanya tudingan jika program pemberlakuan nomor kendaraan ganjil genap tersebut tanpa melalui kajian terlebih dahulu.@sofie