Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Sat Reskoba Polrestabes Surabaya tembak mati bandar narkoba antar kota
Kombes M Iqbal didampingi Kasat Reskoba AKBP Rony Faisal, melihat jasad bandar narkoba yang ditembak mati (nanda/rofik)
HEADLINE JATIM RAYA

Sat Reskoba Polrestabes Surabaya tembak mati bandar narkoba antar kota 

LENSAINDONESIA.COM: Unit III Sat Reskoba Polrestabes Surabaya yang dipimpin AKP Suhartono, Sabtu (27/8/2017) malam, kembali mendapat tangkapan narkoba skala besar dengan mengamankan total 1624 ekstasi dan 308,28 gram sabu. Seorang yang terindikasi sebagai bandar narkoba antar kota, Sendi Davidson (32), terpaksa ditembak mati. Sedangkan 2 pengedar, yakni Melisa (27) dan Nizar (22) diamankan dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif untuk pengembangan kasus.

Kepada Lensa Indonesia, Kanit III Sat Reskoba Polrestabes Surabaya, AKP Suhartono, menegaskan kasus ini masih terus dikembangkan karena jaringan Sendi Davidson sebenarnya sudah diintai selama 3 bulan. Menurutnya, Sendi adalah warga Jl Caralang, Tambak Rejo, Waru, Sidoarjo yang sudah sering bertransaksi di area Surabaya dan sekitarnya.

“Kami melakukan penyergapan saat dia transaksi dengan dua pengedar di Jl dr Soetomo, Sidoarjo. Karena dia terus melawan dengan pisau penghabisan dan membahayakan nyawa petugas, terpaksa kami tindak dengan tegas dan terukur dengan tembakan di leher, dada dan rusuk kiri. Kasus ini kami kembangkan dan didapat sejumlah nama anggota jaringan ini yang berada di Pasuruan,” jelasnya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes M Iqbal mengatakan, anggota Unit III Sat Reskoba memang sudah lama mengincar Sendi Davidson yang ditengarai menjadi bandar narkoba cukup besar di wilayah Jawa Timur. Tersangka yang ditembak mati itu ditengarai punya pangsa pasar yang cukup banyak di wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Madura.

“Setelah melakukan pengintaian sekitar 3 bulan, petugas mendapat informasi akan ada transaksi narkoba lumayan besar di daerah Sidoarjo. Rupanya para bandar dan pengedar narkoba takut menggelar transaksi di Surabaya karena ketatnya pengawasan,” jelasnya, Minggu (27/8/2017).

Penyergapan yang dipimpin langsung Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya Kompol Anton Prasetyo ini akhirnya sukses setelah menangkap basah Sendi yang hendak menyerahkan pesanan 15 paket berisi 1424 butir ekstasi hijau logo B29 dan warna oranye berbentuk huruf B kepada Melisa dan Nizar. Sedangkan dari jok motor Sendi, ditemukan 2 paket sabu seberat 194,36 gram, 2 paket berisi 200 butir pil ekstasi ungu berbentuk hati, serta uang tunai Rp 20 juta.

Baca Juga:  Hari HAM di Bandung, Kemenkumham maksimalkan layanan pengaduan HAM se-Indonesia

Namun Sendi yang sadar bahwa barang bukti yang dibawanya sangat banyak, nekat menyerang anggota Sat Reskoba Polrestabes Surabaya dengan pisau penghabisan. Polisi akhirnya terpaksa menembak mati bandar narkoba itu karena sudah sangat membahayakan nyawa petugas.

Dalam pemeriksaan singkat, petugas kemudian mendapat keterangan jika Melisa yang tinggal di Prigen masih menyimpan 3 paket sabu seberat 113,92 gram, timbangan dan rekapan hasil penjualan narkoba. Total sabu-sabu yang berhasil diamankan 308,28 gram dan 17 paket pil ekstasi berisi 1624 butir.

Untuk pengembangan kasus, Melisa dan Nizar sudah diamankan ke Mapolrestabes Surabaya guna diperiksa beserta barang buktinya. Sedangkan jenazah Sendi dibawa ke RSU dr Soetomo untuk diotopsi.

Dari hasil interogasi, Melisa ternyata sudah melakukan transaksi narkoba dengan Sendi sebanyak 9 kali dengan total sabu-sabu 11 Kg dan 10.000 butir pil ekstasi. “Jadi mereka ini setiap transaksi minimal 1 kilogram sabu,” imbuh Kombes M Iqbal.

Ditanya terkait jaringan, Kombes M Iqbal mengatakan para pengedar dan bandar narkoba tersebut masuk dalam jaringan salah satu lapas di Jawa Timur. “Tentunya kami nanti akan di back up penuh oleh Polda Jatim untuk melakukan pengembangan lebih lanjut. Yang jelas kami akan sangat tegas memberantas kasus narkoba yang sudah jadi musuh bersama ini,” tutupnya. @rofik/nanda