Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Nenek nekat jual perhiasan palsu demi kebutuhan cucu
Rasmiati, nenek 2 cucu yang nekat melakukan penipuan dengan menjual perhiasan palsu diamankan polisi (nanda)
HEADLINE JATIM RAYA

Nenek nekat jual perhiasan palsu demi kebutuhan cucu 

LENSAINDONESIA.COM: Rasmiati (61) asal Desa Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo, dijebloskan tahanan Mapolrestabes Surabaya. Nenek 2 cucu ini ditangkap lantaran melakukan penipuan dengan modus menjual gelang emas palsu.

Penipuan tersebut dilakukannya pada Sabtu (12/8/2017). Saat itu, pelaku datang ke gerai jual beli emas milik Achmad Dofir di Pasar Blauran Surabaya untuk menjual perhiasan berupa kalung seberat 3 gram dan gelang 6 gram.

Seperti jual beli pada umumnya, korban awalnya mengecek kalung yang dijual pelaku dan hasilnya memang asli. Namun korban ceroboh dengan tak mengecek keaslian gelang karena dianggapnya juga asli. Kedua perhiasan itu akhirnya dihargai Rp 3,5 juta.

Tak lama setelah pelaku pergi, korban baru menyadari bahwa gelang milik pelaku ternyata palsu setelah berinisiatif mengecek keasliannya. Gelang itu rupanya hanya kuningan yang disepuh menyerupai perhiasan emas.

Pada Sabtu (26/8/2017) lalu, nenek itu kembali datang ke Pasar Blauran, namun di toko berbeda untuk menjual perhiasan-perhiasan palsu miliknya. Namun karena harganya tak cocok, perhiasan palsu miliknya tak jadi dijual.

Merasa aksinya belum ketahuan, Selasa (29/8/2017) kemarin, pelaku datang lagi ke Pasar Blauran bermaksud menjual perhiasan palsu miliknya. Beruntung korban (Achmad Dhofir) masih ingat betul wajah nenek tersebut dan langsung mengamankannya. Korban juga melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Polisi Lalu Lintas di sekitar lokasi kejadian.

“Saat itu juga pelaku diamankan petugas Polantas dan dibawa untuk diserahkan ke Tim Anti Bandit Sat Reskrim Polrestabes Surabaya,” ujar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar, Rabu (30/8/2017).

Kompol Lily menambahkan, saat diinterogasi pelaku mengaku mendapatkan perhiasan palsu itu dari seorang wanita yang ditemuinya di Banyuwangi. Saat itu pelaku percaya saja dan akhirnya membelinya. Pelaku mengaku tak tahu kalau emas-emas itu adalah palsu. “Menurut pengakuannya, pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak 2 kali di lokasi yang sama,” tambahnya.

Baca Juga:  11 kontraktor dan SKK Migas kerja bareng tertibkan alur pengadaan

Kepada polisi, nenek itu juga mengaku kedatangannya ke Surabaya awalnya hanya ada keperluan kulakan baju. “Selama di Surabaya saya ngekos di kawasan Banyu Urip Surabaya,” akunya.

Ditanya terkait aksinya menjual perhiasan, Rasmiati mengaku nekat menjual perhiasan palsu karena sedang butuh uang. “Saya terpaksa untuk bayar hutang-hutang saya sebesar Rp 10 juta dan biaya sehari-hari termasuk kebutuhan makan cucu,” imbuhnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini nenek tersebut dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 4 tahun penjara. @nanda