Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Polisi tembak mati anggota jaringan penyelundup ganja dari Aceh ke Jakarta
Barang bukti ganja selundupan dari Aceh
DKI

Polisi tembak mati anggota jaringan penyelundup ganja dari Aceh ke Jakarta 

LENSAINDONESIA.COM: Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 225 kilogram ganja dari Aceh ke Jakarta. Satu tersangka berinisial SM berhasil diringkus, sedangkan HSB terpaksa ditembak mati karena melawan saat ditangkap.

“Awalnya kami menangkap SM dan HSB. Setelah memeriksa keterangannya, kasus dikembangkan untuk mencari pelaku lain jaringan mereka, yakni Budi (buron). Saat dikeler mencari keberadaan Budi, HSB berontak melawan petugas dan mencoba kabur, sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur,” papar Direktur Reskoba Polda Metro Jaya, Kombes Suwondo Nainggolan, di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (30/8/2017).

Menurutnya, penangkapan terjadi pada Senin (28/8/2017) sekitar pukul 18.30 WIB di Rest Area Tol Merak-Jakarta KM 14, Kota Tangerang. Saat itu Tim Unit V Subdit II pimpinan AKBP Dony Alexander mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya truk bermuatan ganja masuk ke Jakarta.

“Tim melakukan penangkapan terhadap SM lalu melakukan penggeledahan truk dan menemukan 6 karung berisi ganja seberat 225 kg. Untuk menyamarkan muatannya, ganja itu ditumpuki sandal jepit di bawah dan di tengah,” sambung Kombes Suwondo.

Dalam pemeriksaan awal, diketahui ganja itu akan diambil HSB. Tim Direktorat Reskoba Polda Metro Jaya lalu melakukan control delivery ke tempat janjian transaksi ganja tersebut. Polisi kemudian menuju Garasi Save Logistic Jl Inspeksi Kirana, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara dan berhasil menangkap HSB sekitar pukul 21.30 WIB.

Dalam proses interogasi, HSB mengaku dihubungi pelaku lain untuk membawa ganja tersebut ke Cengkareng, Jakarta Barat. Sehingga tim lalu melakukan pengembangan ke daerah Cengkareng. “Dalam perjalanan menuju Cengkareng, HSB melakukan perlawanan sehingga terpaksa ditindak tegas. Namun kami mendapat keterangan jaringan mereka dikendalikan terpidana dalam sebuah Lapas,” ujar Kombes Suwondo.

Baca Juga:  Surabaya segera punya Kebun Raya Mangrove pertama di dunia

Selain mengamankan ganja 225 kilogram, polisi juga menyita satu truk tronton putih, satu mobil Toyota Rush dan 2 ponsel. Sedangkan tersangka terancam Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 subsider Pasal 111 ayat 2 juncto Pasal 132 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana hukuman mati dan penjara seumur hidup. @LI-15