Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Heboh! Rekaman suara diduga Wawali Kota Batu kumpulkan ‘saweran’ untuk BPK
Rekaman suara. FOTO: Ilustrasi
HEADLINE JATIM RAYA

Heboh! Rekaman suara diduga Wawali Kota Batu kumpulkan ‘saweran’ untuk BPK 

LENSAINDONESIA.COM: Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam tak hanya sukses melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tiga pejabat Pemkot Batu. Namun, juga berhasil mengantongi rekaman saweran yang digalang pejabat Pemkot Batu buat petugas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Ketua Tim Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam, Brigjen (Pol) Widianto Poesoko mengakui hal itu, Kamis (31/08/2017).

Menurut dia, rekaman yang isinya merupakan ‘saweran’ untuk petugas BPK itu diperoleh dari warga di Kota Batu.

“Rekaman itu kami dapat dari warga setelah melakukan OTT terhadap pejabat di Pemkot Batu. Ini memang tak bisa dijadikan barang bukti. Namun, cukup bagus sebagai referensi,” tandas pria yang sudah 37 tahun mengabdi menjadi anggota Polri ini.

Sebagaimana diketahui, rekaman saweran yang bakal diberikan pada petugas BPK itu muncul sekitar Januari 2017. Meski begitu, hingga kini masih beredar bebas. Sebab, banyak warga Kota Batu yang menyimpan rekaman tersebut.

Rekaman saweran itu berdurasi 13 menit 43 detik. Isinya terdengar suara mirip Wawali Kota Batu, Punjul Santoso yang mengumpulkan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam satu ruangan. Saat dikumpulkan, mereka diajak membahas soal saweran untuk petugas BPK yang melakukan audit APBD Pemkot Batu.

Suara mirip Punjul yang merupakan politisi PDIP itu secara lantang dan terang-terangan meminta agar setiap OPD (dulu SKPD–Satuan Kerja Perangkat Daerah-red) menyisihkan dananya. Besarannya bervariasi disesuaikan dengan ‘basah-tidaknya’ atau bermasalah-tidaknya OPD yang bersangkutan.

Sesuai dengan yang disepakati dalam forum pertemuan itu, besaran dana saweran dari masing-masing OPD itu antara Rp 1,5 juta hingga Rp 10 juta. “Program ini sudah sepengetahuan pak wali (Wali Kota Batu Eddy Rumpoko-red),” kata pria yang suaranya mirip Punjul.

Baca Juga:  Diduga terlibat bom molotov Abdul Basith, Mayjen (Purn) Soenarko jadi tersangka

Dia berharap hasil saweran itu bisa mempermulus proses audit yang sedang dilakukan petugas BPK. Selain itu, hasil audit terhadap APBD Kota Batu tersebut diharapkan positif. Yakni memperoleh penilaian dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Beberapa waktu berselang, rekaman ‘saweran’ untuk petugas BPK itu beredar secara liar di masyarakat. Akibatnya, warga Batu gempar dan heboh. Apalagi, hasil audit APBD Kota Batu dikabarkan selalu mendapat penilaian WTP.

Padahal, ada beberapa poin yang selalu menjadi catatan BPK. Di antaranya soal pajak wisata dan hiburan yang belum tertagih sekitar Rp 65 miliar. Tunggakan pengusaha itu hingga kini belum jelas. Itu karena petugas tak bisa menarik dan menagih pajak yang tertunggak di pengusaha.

Makanya, beberapa LSM di Kota Batu merasa heran dengan hasil audit BPK yang selalu memberikan penilaian dengan opini WTP. Mereka pun semakin merasa terusik setelah rekaman saweran untuk petugas BPK itu beredar bebas di masyarakat.

Lantas, beberapa LSM yang dikoordinir LSM Ujung Aspal melaporkan kasus penggalangan dana itu ke aparat penegak hukum termasuk beberapa lembaga tinggi negara. Di antaranya ke Kejaksaan Agung, Mabes Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan BPK sendiri.

Bahkan, Direktur LSM Ujung Aspal, Alex Yudawan tak hanya melaporkan kasus tersebut. Namun, juga menyerahkan rekaman saweran buat petugas BPK itu. “Termasuk ke Presiden Jokowi juga kami laporkan lewat surat,” kata dia.

Menyikapi hal itu, pejabat BPK, Sandy Itama sempat turun ke Kota Batu. Sandy yang mengaku dari Inspektorat BPK itu melakukan investigasi. Dia bahkan sempat menemuai beberapa tokoh LSM di Kota Apel Batu. Kendati demikian, hingga ini masalah ‘saweran’ untuk petugas BPK yang mengaudit di Pemkot Batu itu masih misterius.

Baca Juga:  Ketua MPR ajak masyarakat sambut gembira Jokowi-Ma'ruf sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI

Sementara itu, Wawali Punjul Santoso saat dikonfirmasi enggan menjelaskan soal rekaman tersebut. Karena itu, Ketua Tim Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam, Widianto Poesoko sangat antusias saat menerima rekaman saweran yang dikoordinir terduga orang nomer dua di Kota Batu itu.@aji