Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Surabaya menyatakan Dahlan Iskan tidak bersalah dalam perkara dugaan korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU), BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Tulungagung dan Kediri.

“Benar (banding Dahlan Iskan dikabulkan). Diputus pekan lalu menjelang Idul Adha,” kata juru bicara Pengadilan Tinggi Surabaya, Untung Widarto di Surabaya Selasa (05/09/2017).

Sebelumnya, mantan menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 2 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pada April 2017 lalu.

Dahlan terjerat perkara dugaan korupsi kala menjabat sebagai Direktur Utama PT PWU tahun 2000-2010. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menilai penjualan dua aset PWU di Kediri dan Tulungagung menyalahi aturan dan merugikan negara. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya menyatakan Dahlan bersalah dan memvonisnya dengan hukuman dua tahun penjara.

Dahlan pun mengajukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya. Majelis hakim Pengadilan Tinggi mengabulkan banding Dahlan.

Dalam putusan banding itu, terdapat perbedaan pendapat atau dissenting opinion dari majelis hakim. Satu anggota majelis hakim berpendapat Dahlan bersalah. Namun akhirnya, majelis hakim yang diketuai Dwi Andriani memutuskan banding Dahlan dikabulkan.

Untung enggan menjelaskan lebih rinci soal putusan perkara itu. Saat ini, Pengadilan Tinggi tengah merapikan berkas putusan perkara tersebut untuk diteruskan ke Pengadilan Negeri Surabaya. “Yang jelas, kalau putusannya sudah. Sekarang tinggal proses administrasinya saja,” ujarnya.@rofik