Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti kembali mendapat undangan untuk membagi pengalamannya kepada generasi muda, termasuk dari kalangan santri.

Selasa (12/09/2017), La Nyalla berbagi pengalaman di hadapan ratusan santri Ponpes Darussalam, Sumberrejo, Bojonegoro pimpinan KH Muhammad Soleh.

La Nyalla menyebut, santri sebagai bagian dari kaum muda harus berani bertindak inovatif, terutama dengan menjadi wirausahawan.

“Saya tidak pernah bosan untuk memompa semangat anak muda. Bagi saya, anak muda itu luar biasa. Saya tidak pernah merasa terancam dengan anak muda. Orang tua mungkin memiliki pengalaman. Tapi anak muda memiliki energi yang besar dan memahami karakter generasinya,” kata La Nyalla.

La Nyalla sendiri dikenal sangat dekat dengan kaum muda. Dia menjadi ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim pada 1995-1998. La Nyalla getol mengajak anak muda berbisnis.

“Saat semua orang belum terkena wabah kewirausahaan seperti sekarang ini, saya sudah menggelorakkannya sejak sekitar 20 tahun lalu,” ujarnya.

Kepada para santri, La Nyalla berpesan jangan sampai malu memulai usaha dari skala kecil. Dia menangkap gejala anak muda saat ini lebih suka jalan pintas, tanpa mau bersusah-payah terlebih dulu membangun bisnis.

“Bisnis apapun pokoknya jalan, asalkan halal. Mau buka warung kopi, jualan es di pinggir jalan, jualan permen, atau apapun itu pokoknya harus jalan. Anak muda jangan gengsi,” ujar La Nyalla yang kini bersiap maju sebagai calon gubernur Jatim tersebut.

“Itu yang saya gelorakan waktu memimpin HIPMI, Kadin, dan berbagai organisasi saat ini. Anak-anak muda pengangguran saya ajak berani berbisnis halal. Tidak masalah dimulai dari bawah, seperti jadi tukang parkir untuk kumpulkan modal jualan. Saya juga pernah jadi sopir angkot dan tukang cuci piring,” kata La Nyalla.

Pergaulan dan keaktifannya dengan kalangan muda diyakini La Nyalla membuatnya memahami potensi anak-anak muda. “Itulah yang membentuk pola pikir saya yang sangat percaya pada anak-anak muda. Di perusahaan-perusahaan saya, level manajer semuanya dipegang anak usia 30-an tahun. Maka ke depan santri sebagai bagian kaum muda harus berada di garda terdepan pembangunan Jatim,” pungkas La Nyalla.@LI-13