Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Dadi Irawan, terdakwa akibat tersandung kasus kepemilikan alat hisap (Pipet) sabu, kini shock dan bingung memikirkan nasibnya diVonis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, hukuman penjara 5 tahun. Ia tidak menyangka bukan sebagai pengguna narkoba atau bandar, namun dihukum seberat itu.

Praktis, Dadi maupun keluarganya hanya bisa menanggung sedih dan pedih campur stress menghadapi vonis hakim itu pada sidang pembacaan vonis, Senin lalu (18/9/2017).

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Akhmad Hariyanto dari Kejari Surabaya menuntut dirinya 7 tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider 3 bulan kurungan. “Terdakwa terbuktu bersalah dan menuntut dengan hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider 3 bulan pernjara,” terang JPU Akhmad Hariyanto.

Terkait tuntutan itu, Dadi sempat minta keringanan hukuman kepada Majelis Hakim yang diketuai FX Hanung Dwi. Alasan Dadi, lantaran dirinya sebagai kepala keluarga harus memberi nafkah keluarganya. Apalagi, barang bukti pidana yang menjerat dirinya hanya alat hisap sabu berupa pipet.

Atas permohonan terdakwa, Ketua Majelis Hakim FX Hanung Dwi memvonis terdakwa 5 tahun penjara dan denda Rp 800 juta. “Terdakwa terbukti bersalah dan Majelis Hakim sepakat menjatuhkan vonis 5 tahun penjara,” terang Hanung.

Majelis Hakim memberikan hak kepada terdakwa Dadi untuk pikir-pikir atau keberatan, dan sebaliknhya menerima vonis itu. Tapi, Dadi bingung lantaran JPU Akhmad Hariyanto memintanya lang sung menerima vonis itu. “Sudah terima saja dan langsung tanda tangan,” perintah JPU Akhmad Hariyanto.

Bingung campur galau itU disampaikan Dadi usai sidang. Dia mengaku tidak paham pertimbangan JPU menuntut 7 tahun dan divonis hakim 5 tahun, padahal hanya menyimpan alat hisap sabu (pipet). Itu pun dirinya disangkutpautkan pelaku lain.

“Gak tahu Mas, kok bisa tinggi begitu, padahal bb saya cuma (bawa) pipet, itu pun cuma cokotan,” keluhnya, seraya berharap nasib buruknya yang disangka-sangka jangan sampai kelak dialami keluarga pihak-pihak yang menjebloskan ke penjara. @rofik.