Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
MUI anggap pengelola nikahsirri.com legalkan pelacuran berkedok agama
NEWS

MUI anggap pengelola nikahsirri.com legalkan pelacuran berkedok agama 

LENSAINDONESIA.COM : Meski baru diluncurkan situs nikahsirri.com sudah mempunyai pengikut lebih dari dua ribu lima ratus user. Kalangan pesantren, ulama dan tokoh masyarakat mendesak agar pemilik dan yang menyalahgunakan rekayasa pernikahan melalui situs tersebut ditindak tegas, karena telah melenceng dari norma, etika dan hukum negara.

Ketua MUI Jombang KH Kholil Dahlan mengatakan website nikahsirri.com ini telah merekayasa pernikahan sebagai media untuk melegalkan pelacuran. Untuk itu, harus ditindak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Terlebih telah merekayasa pernikahan yang bertentangan dengan aturan hukum di Indonesia. Disamping itu telah ditengarai masih banyak situs maupun pelaku lain yang telah menyalahgunakan aturan hukum demi meraup pundi-pundi keuntungan ekonomi dengan cara mengeksploitasi yang berkedok agama.

Lebih lanjut Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum menjelaskan syarat dan rukun pernikahan secara Islam sudah diatur dan dikompilasikan dengan hukum di Indonesia (kompilasi hukum Islam). Para ulama telah bersepakat pernikahan itu sah jika ketentuan syariat telah dipenuhi baik syarat maupun rukun syariah dan mengikuti hukum positif di Indonesia dalam hal ini tercatat dalam administrasi negara di Kantor Urusan Agama (KUA).

Dengan demikian, pernikahan yang sah itu harus terpenuhi syarat dan rukunnya juga tercatat dalam administrasi negara. Karena praktik penawaran nikah siri seperti pada konteks nikah siri.com bisa juga di sebut pelecehan terhadap kaum perempuan.

“Akan tetapi tidak seluruhnya benar, karena obyek yang ditawarkan pada nikahsirri.com bukan hanya kaum perempuan, laki-laki juga ada yang menjadi obyek penawaran,” terangnya pada lensaindonesia.com, Selasa (26/9/2017).

Agar tidak terjadi pelecehan terhadap perempuan dan adanya unsur eksploitasi, pernikahan harus memenuhi syarat dan rukun serta perundang-undangan di Indonesia. “Hal demikian ini sesuai dengan harapan sebagaian besar ulama di Indonesia baik dari MUI, Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama (NU),” pungkasnya.

Baca Juga:  Nilai ekspor JAPFA capai Rp 500 miliar lebih di 2019, Mentan: Indonesia pesaing dunia

Polisi sendiri telah menciduk Aris Wahyudi, pemilik nikahsirri.com dan kasusnya tengah diproses di Polda Metro Jaya. Alasannya, situs itu dianggap mengandung konten pornografi.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan Jayamarta mengatakan, penangkapan dilakukan usai timnya melakukan patroli cyber. “Di situs itu isinya mengandung konten pornografi dan menawarkan lelang perawan serta menyediakan jodoh,” kata dia, Minggu (24/9/2017). @obi