LENSAINDONESIA.COM: Pemimpin junta militer Thailand mengatakan bahwa mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra, berada di Dubai. Perempuan yang dilengserkan tiga tahun lalu itu lari untuk menghindari tuntutan penjara di kasus subsidi beras yang merugikan miliaran dollar.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, yang dulu memimpin kudeta, mengatakan Thailan akan mengejar Yingluck lewat jalur diplomatik dan Interpol.

Pernyatannya keluar sehari setelah pengadilan memvonis Yingluck bersalah dan mengganjarkan lima tahun penjara.

“Dia di Dubai,” kata Prayuth mengutip Reuters.

Dikatakannya, Kementerian Luar Negeri telah menemukan keberadaan Yingluck. “Polisi saat ini akan memproses dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Interpol,” imbuhnya.

Namun, informasinya Yingluck telah kabur ke London bersama kakaknya, Thaksin Shinawatra. Di media sosial, Thaksin terlihat berada di London sejak 15 September, namun tidak ada foto-foto Yingluck di tempat tersebut.

Pertarungan politik di Thailand – yagn melibatkan militer dan kelas urban menengah – telah membawa ketidakstabilan negara Gajah itu. Keluarga Shinawatra sendiri telah mendominasi perpolitikan negara itu lebih dari satu dekade.

Dinasti ini populer di pedesaan dan pemilih miskin, termasuk skema bantuan beras yang membantu Yingluck terpilih di tahun 2011 lalu.

Yingluck sendiri menyatakan tidak bersalah dan mengklaim tidak bertanggung jawab atas pelaksanaan programnya sehari-hari. Dia juga mengaku sebagai korban persekusi politik.

Junta militer Thailand sendiri berjanji akan menggelar pemilihan umum pada 2018 nanti, dimana dalam konstitusi memungkinan militer memegang kendali. @sit