Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
SMP se-Kendal bersaing rebut juara di Festival Seni Tradisional
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal menggelar lomba tembang macapat SMP tingkat Kabupaten Kendal tahun 2017.
Jawa Tengah

SMP se-Kendal bersaing rebut juara di Festival Seni Tradisional 

LENSAINDONESIA.COM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal menggelar lomba tembang macapat SMP tingkat Kabupaten Kendal tahun 2017. Lomba tersebut diselenggarakan di SMP N 1 Kendal, Kamis (28/9), dan diikuti sebanyak 60 peserta berasal dari 34 Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Kendal.

Kabid Pendidikan SMP Disdikbud Kendal, Sri Bagus Darmoyo mengatakan, lomba tembang macapat tingkat SMP se kabupaten Kendal bertujuan untuk nguri-nguri kabudayaan jawi yang khusunya tembang kenangan macapat.

“Kegiatan ini sebagai bentuk nguri-nguri kabudayaan jawa salah satunya tembang jawa,” ujar Bagus.

Sri Bagus mengungkapkan, kemasan gelaran lomba tembang macapat membawa nuansa yang sederhana, akan tetapi dengan keikutsertaan peserta didik dalam lomba ini cukup banyak.

Dengan antusiasme peserta didik sebagai generasi muda ini semoga dapat termotivasi untuk belajar tentang seni dan budaya, seperti tembang macapat. Pada sisi lain, tujuan lomba ini juga dapat menjadi wadah silaturahmi dan keakraban bersama antar peserta didik.

“Semoga dengan lomba ini generasi muda akan bisa mencintai kebudayaan jawa yang adi luhung ini. Harapan kami lomba tembang macapat ini dapat berjalan dengan lancar,” ungkap dia.

Panitia penyelenggara, Romdonah mengatakan, lomba tembang macapat digelar hanya satu hari. Lomba diikuti sebanyak 60 peserta dari 34 SMP di Kabupaten Kendal.

Setiap lembaga pendidikan tingkat pertama tersebut maksimal mengirimkan maksimal tiga peserta lomba, yakni, dengan catatan masih terdaftar sebagai peserta didik. Untuk kriteria lomba, setiap peserta wajib menyajikan tembang macapat wajib dhandanggulo laras pelog pathet enam.

“Dari 60 peserta ini akan diambil enam besar. Khusus untuk enam besar, peserta harus membawakan dua tembang pilihan, pangkur laras slendot pathet sanga dan asmaradana laras pelog pathet barang, kata dia.

Baca Juga:  Persiapan SEA Games 2019, Timnas Sepak Takraw Indonesia jalani uji coba di Jepara

Romdonah menambahkan, dewan juri dalam lomba tembang macapat ini berasal dari pelaku budayawan murni non pendidik. Teknik penilaian pada lomba ini pada segi kualitas sajian tembang macapat, seperti pada dasar suara yang meliputi pengambilan nada dasar (fals dan tidak), kemudian teknik, meliputi pernafasan, gregel, pengucapan (artikulasi) dan titi laras, dan penjiwaan hanya berupa ekspresi.

Peserta tidak diperbolehkan menggunakan musik pengiring dalam bentuk alat apapun. Penilaian juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Pemenang diambil juara 1, 2, dan 3. Kemudian juara harapan 1, 2, dan 3. Masing-masing juara akan mendapatkan piala, piagam penghargaan dan uang pembinaanm” pungkas dia.@eko