LENSAINDONESIA.COM: Sinyal koalisi antara tiga partai politik (parpol), yakni Partai Gerindra, PKS dan PAN di level DPRD Jawa Timur untuk Pilgub 2018 semakin kuat.

Salah satu buktinya, ketiga parpol itu memanfaatkan momen peringatan G30S/PKI yang jatuh setiap tanggal 30 September dengan melakukan nonton bareng (nobar) film sejarah kelam bangsa Indonesia. Jika dahulu film sejarah itu rutin diputar di televisi pada masa orde baru, pasca reformasi kini film tersebut dihentikan untuk bebas ditayangkan.

Guna memberikan pengetahuan kepada generasi muda, baik Gerindra, PKS, PAN masing-masing mengerahkan massanya untuk berbondong-bondong mengikuti nobar film G30S/PKI di Gedung Dyandra Center Surabaya hingga Sabtu (30/9/2017) dinihari. Hadir dalam acara ini para petinggi ketiga parpol.

“Bisa juga kegiatan nobar ini sebagai ajang pemanasan menuju pilgub nanti. Tiga Ketua partai sudah ketemu di sini. Artinya sudah ada kesepahaman awal,” ujar Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Hendro Tri Subiantoro.

Sementara, Ketua DPW PAN Jatim Masfuk menilai bahwa keberadaan Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah sejarah, meskipun menyimpang dari falsafah Pancasila. Meski begitu harus tetap diketahui oleh generasi muda kita.

“Sejarah soal PKI ini tidak boleh ditutup-tutupi. Generasi muda harus diberi tahu kalau itu salah dan menjadi sejarah kelama bangsa yang lalu. Karena itu menarik untuk dintonton bersama. Indonesia beridiologi Pancasila dan berketuhanan Maha Esa. Kelompok yang pernah melakukan kebrutalan keganasan dengan melalukan pembantaian ini perlu diketahui generasi muda. Untuk melihat dan mengedukasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di PAN Jatim ini mengakui bahwa komunikasi ketiga parpol ini selalu baik. Karena itu, tak tertutup kalau nantinya hubungan baik itu berlanjut hingga ke koalisi Pilgub.

“Bisa saja hubungan baik ini berlanjut ke tingkat koalisi. Saat ini kita masih terus berproses. Pada saatnya, kita akan tentukan nama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PKS Jatim Arief Hari Setiawan menuturkan pihaknya masih melakukan penyaringan sejumlah nama baik internal maupun eksternal. Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim periode itu menilai politik itu dinamis, karena itu apapun bisa terjadi.

Menurut Arif, yang terpenting saat ini adalah menjaga hubungan antar sesama partai tetap harmonis sehingga Jawa Timur tetap kondusif. Meski pun nantinya antara PKS dengan PAN dan Gerindra tidak dalam satu gerbong koalisi pilgub, pihaknya berharap perbedaan itu tidak mengarah ke perpecahan.

“Politik itu dinamis, dalam konteks komunisme kita satu visi. Karena itu bisa menyelenggarakan nobar film G30S/PKI. Namun untuk urusan politik seperti Pilgub semuanya berjalan dinamis, setiap menit bisa berubah,” tandas Arief.@sarifa