LENSAINDONESIA.COM: Cuitan di sebuah akun Twitter atas nama Nikita Mirzani dilaporkan ke Polda Sumatera Selatan (Sumsel) karena dianggap menghina Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Diketahui, akun atas nama Nikita Mirzani itu mengunggah kicauan di Twitter baru-baru ini. “Film G30s/PKI Kurang Seru, Seharusnya Panglima Gatot juga Dimasukkan ke lubang buaya pasti seru,” bunyi tulisan itu.

Sejumlah pengacara yang tergabung dalam Advokat Al Islam NKRI Sumsel mengadu ke SPKT Polda Sumsel, Selasa (3/10/2017) dan mendesak polisi mengusut laporan tersebut.

Salah satu pengacara, Yogi Vitagora, yang didampingi Ketua DPD Advokat Al Islam NKRI Dody Yuspika, menjelaskan Panglima TNI tidak hanya milik tentara tetapi juga milik rakyat Indonesia. “Kami laporkan cuitan atau status di media sosial yang mengatakan ‘film G 30S PKI tidak seru, seharusnya Panglima Gatot juga dimasukkan ke lubang buaya pasti lebih seru’. Status ini jelas penghinaan dan ujaran kebencian. Unggahan ini bersinggungan dengan masyarakat dan harus berhadapan dengan hukum,” ungkapnya.

Dikatakannya, kasus tersebut bisa diproses hukum menggunakan Pasal 156 KUHP. “Polisi harus bersikap profesional mengusut tuntas laporan ini. Terlepas apakah akun itu milik Nikita atau bukan, kasus ini harus diproses,” tambahnya. @LI-15