LENSAINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia kini bekerja sama untuk mencegah tindak pidana korupsi di sektor korporasi.

Rosan P Roeslani, Ketua Umum Kadin Indonesia mengatakan, kerja sama yang direalisasikan dalam nota kesepahaman tersebut salah satunya untuk membuat sistem untuk pelaksanaan usaha dan melaksanakan audit internal.‎ Ini untuk para pengusaha agar sadar akan bahaya korupsi di sektor swasta.

“Kami menyambut positif kerja sama dengan KPK ini, dan menurut kami ini sangat penting bagi kalangan dunia usaha agar tak terlibat pada proses yang tak seharusnya, sehingga para pelaku usaha akan merasa aman dan nyaman dalam berusaha,” papar Rosan saat Rakornas Kadin 2017, Jakarta, Selasa (03/10/2017).

Rosan menambahkan, pada kerja sama ini diharapkan para pelaku usaha atau korporasi agar tak menekan birokrat di daerah sebagai cara memenangkan tender proyek.

Kadin berharap kepada KPK berperan mengawasi beberapa aturan yang memberatkan para pengusaha yang menimbulkan ekonomi biaya tinggi, hal ini rentan terhadap praktik-praktik yang tak harus ada di lapangan.

“Pengusaha intinya ingin proses perizinan itu mudah, murah, dan cepat. Semoga peraturan-peraturan yang ada bisa lebih memudahkan pengusaha untuk kegiatan usahanya agar terhindar dari praktik-praktik melawan hukum,” tegas Rosan.@L6,Eld-Licom