Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Terkait rencana realisasi pemungutan pajak untuk pelaku usaha atau penjual produk melalui jalur e-commerce, nyatanya direspon cepat oleh pebisnis usaha tersebut.

Diantaranya, Aulia Ersyah Marinto, Ketua Umum Indonesia E-Commerce Association (iDEA) yang sekaligus CEO Blanja.com.

Ia mengatakan, rencana kebijakan pemerintah memungut pajak kepada penjual produk melalui e-commerce harus diberlakukan sama dengan pebisnis di media sosial (medsos).Ini harus dilakukan agar ada keadilan dalam berbisnis yang tak sekedar mengincar pelaku usaha di marketplace saja.

“Kebijaknnya harus menjangkau semua media, jangan hanya bahasanya marketplace saja. Pajak tersebut harus diberlakukan untuk e-commerce platform, marketplace dan media lain. Media lain itu yang dimaksud adalah media sosial,” papar Aulia di Jakarta, Rabu (05/10/2017).

Aulia menambahkan, kenapa demikian? Sebab berikutnya makin banyak bermunculan pebisnis yang memanfaatkan sosial media guna memasarkan produk sekaligus membidik calon konsumennya.

“Kalau bisa tak hari ini saja hanya berpikir Instagram dan Facebook. Jika tiga tahun lagi muncul nama baru lantas bagaimana? Pemiliknya saja pemerintah nggak kenal, namun kalau pemilik marketplace pemerintah malah tahu, namun kami tetap mengapresiasi pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dalam bentuk pajak,” ungkap Aulia.@bis,Eld-Licom