LENSAINDONESIA.COM: Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI agar tidak mempersulit Pengadministrasian data Partai pada Sistem Informasi Politik (Sipol) sebagai syarat mendaftar sebagai calon peseta Pemilu serentak 2019.

‎”Pendaftaran Partai Politik seharuslah simpel dan memperhatikan kondisi sebelumnya,” kata Mardani,di Jakarta, Senin (09/10/2017).

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyampaikan, bahwa perwakilan Parpol di daerah kesulitan melakukan input data karena aplikasi web Sipol bermasalah dengan jaringan. Hal itu yang ia temukan ketika berkunjung ke DPW PKS Riau.

“Partai kan jadi kesulitan mendaftar karena hal remeh seperti ini!,” ujarnya.

Mardani juga mendesak agar parpol yang sudah ikut Pemilu lalu dan Lolos ET tidak dipersulit karena masalah teknis.

“Jangan fokus ke masalah teknis dan malah mengabaikan masalah subtansial,” katanya.

Selain masalah itu, Mardani juga mengeluhkan beda tafsir atas Peraturan KPU (PKPU) di berbagai KPUD di daerah.

“Masalah ini sangat merepotkan kami di daerah. Misal di suatu dareh keterangan domisili kantor, ada KPUD yang sampai meminta KTP Pesiden Partai padahal di tempat lain hanya cukup melampirkan akta pendirian partai dan perubahannya saja,” ungkapnya.

Ia berharap penyelenggara pemilu memiliki sikap dan jiwa sebagai pelayan bagi para pelaku pemilu/Parpol dan jangan merasa hebat dan jadi penentu atau pula sebagi hukum.

“Karena pelaku utama pemilu adalah rakyat dan parpol sebagai peserta pemilu dan jangan lupa penyelenggara pemilu digaji dengan uang rakyat,” pungkasnya‎.@dg