Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Terhebat se-Asia Tenggara, kekuatan TNI turun 2 peringkat di dunia
Tank jadi salah satu alutsista TNI
HEADLINE DEMOKRASI

Terhebat se-Asia Tenggara, kekuatan TNI turun 2 peringkat di dunia 

LENSAINDONESIA.COM: Situs Global Fire Power menempatkan TNI di posisi ke-14 dalam peta kekuatan militer se-dunia. Peringkat ini turun, karena tahun 2015 lalu Indonesia ada di peringkat 12, namun kini tergeser Mesir dan Pakistan.

Pakistan saat ini terus memperkuat angkatan perangnya secara besar-besaran sebagai antisipasi ketegangan dengan India. Mereka tak mau main-main karena seterunya itu juga terus memodernisasi angkatan perangnya untuk menjadi yang terkuat di Asia. Pakistan kini ada di urutan 13 sementara India jauh di atasnya, di posisi 4.

Mesir kini menyodok ke posisi 10. Sejak beberapa tahun lalu, di bawah Presiden El-Sisi, Mesir seperti gila-gilaan belanja alutsista ke luar negeri. Revolusi di Timur Tengah mendorong junta militer Mesir terus memperkuat tentaranya dengan memborong sejumlah jet tempur canggih dan kapal perang terbaru dari Prancis.

Meskipun turun peringkat, namun Indonesia tetap menjadi yang terkuat di Asia Tenggara. TNI berada di atas Vietnam (16) dan Thailand (20). Jauh di atas Malaysia (33), Filipina (50) dan Singapura (65).

Pembangunan kekuatan TNI untuk mencapai minimum essential force dimulai saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. TNI terus memodernisasi angkatan perangnya di darat, laut dan udara.

TNI AD mendapatkan 164 Tank Leopard dan Tank Marder pengangkut pasukan. Baru kali ini Kavaleri TNI AD diperkuat tank kelas berat atau main battle tank. Selama puluhan tahun TNI AD hanya mengandalkan tank ringan scorpion dan tank AMX-13.

Lalu ada tank amfibi Arisgator yang dipesan dari Italia. Panser Pandur beroda 8 dari Austria melengkapi Panser Tarantula buatan Korea dan Panser Anoa dan Badak kebanggaan PT Pindad Bandung.

Artileri TNI AD pun makin sangar dengan peluncur roket multilaras MLRS Astros II MK dari Brasil. Lalu ada rudal mistral yang digawangi Yon Arhanudri 2 Kostrad. Alutsista juga masih ditambah dengan deretan meriam medan 105 mm. Para pilot TNI AD juga akan diperkuat dengan helikopter canggih andalan AS AH-64E yang sudah teruji di medan perang Irak dan Afghanistan.

Baca Juga:  Dituntut 2 tahun, musisi Boomerang ngaku ciptakan banyak lagu dalam Rutan Medaeng

Sementara TNI AL kini diperkuat kapal selam baru buatan Korea Selatan, KRI Nagapasa 403. Ada juga KRI RE Martadinata-331. Kapal dengan teknologi siluman ini merupakan merupakan kerja sama antara PT PAL dengan perusahaan kapal asal Belanda, Damen Schiede Naval Ship Building (DSNS).

Lalu ada juga KRI Usman Harun yang sempat bikin Singapura adem panas. Kehadirannya membuat Armada Timur makin kuat.

Marinir TNI AL juga punya puluhan Tank BNP-3F dan peluncur roket MLRS RM70 Grad. Senjata ini mampu meluncurkan 40 roket penghancur ke sasaran tanpa henti dalam tempo cuma 77 detik.

Sedangkan TNI AU kini mengandalkan Sukhoi SU-27 dan Sukhoi SU-30. F-16 Blok 52 dan sederetan T50i Golden Eagle dari Korea Selatan. Saat ini sedang dijajaki pembelian SU-35 sebagai pengganti F-5 Tiger. Jika terlaksana, tentu angkatan udara Indonesia makin diperhitungkan. @LI-15