LENSAINDONESIA.COM: Satu tim kecil tentara pengintai Turki memasuki perbatasan menuju provinsi Idlib, Suriah, hari Minggu kemarin. Hal itu diungkapkan seorang anggota pemberontak senior Suriah, jelang rencana pengerahan pemberontak yang didukung Turki di wilayah itu.

Iring-iringan kendaraan perang Turki yang masuk ke daerah itu diawasi kelompok pemberontak saingan, kelompok garis keras Tahrir al-Sham. Kelompok ini bakal melakukan perlawanan terhadap rencana operasi militer Turki.

Sebelumnya, para pemberontak Tahrir al-Sham terlibat baku tembak lawan militer Turki di daerah dekat perbatasan. Hal itu terjadi saat pasukan Turki dan kelompok pemberontak dukungannya tengah bersiap memasuki Idlib.

Presiden Turki, Tayyip Erdogan, mengatakan, pemberontak Suriah yang didukung pasukan Turki akan melakukan operasi di Provinsi Idlib dan menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan ‘teroris’ di dekat perbatasannya.

Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, menekankan penting membuat zona penurunan ketegangan di dekat perbatasan. “Kami akan memastikan keamanan di Idlib dan akan bekerja sama dengan Rusia,” kata Yildirim,” ujarnya.

Operasi tersebut dilakukan menyusul terciptanya kesepakatan antara Turki dan Sekutu Presiden Bashar al-Assad, Rusia dan Iran untuk menetapkan zona ‘penurunan ketegangan’ di daerah Idlib dan sekitarnya guna mengurangi peperangan di kawasan tersebut. @LI-15