LENSAINDONESIA.COM: Produser Hollywood, Harvey Weinstein, dipecat dari perusahannya, The Weinstein Company, pasca beredarnya pengakuan sejumlah wanita yang mengaku jadi korban pelecehan seksual.

“Para direktur The Weinstein Company, Robert Weinstein, Lance Maerov, Richard Koenigsberg dan Tarak Ben Ammar merespon informasi tentang Harvey Weinstein lalu memutuskan bahwa ia segera diberhentikan dari pekerjaannya,” ujar The Weinstein Company dalam sebuah pernyataan, dikutip dari People, Selasa (10/10/2017).

Pemecatan tersebut diputuskan setelah belum lama ini situs New York Times memberitakan investigasi yang menyebut Harvey Weinstein sudah 30 tahun melecehkan para wanita muda yang ingin berkarier di dunia perfilman Hollywood.

Salah satu laporan datang dari aktris Ashley Judd, yang mengaku bertemu dengan produser eksekutif ‘The Lord of the Rings’ hingga ‘Django Unchained’ tersebut di sebuah rapat di sebuah hotel di Los Angeles.

Ahsley Judd menyebut kala itu Harvey Weinstein hanya mengenakan bathrobe lalu meminta melihatnya mandi. “Bagaimana caranya aku keluar dari ruangan tersebut secepat mungkin tanpa mengacuhkan Harvey Weinstein? Aku merasa panik, merasa terpenjara,” ujar Ashley Judd.

Hal yang sama terjadi pada Rose McGowan pada 1997, ketika keduanya bertemu di sebuah hotel saat Festival Film Sundance. Namun, bintang ‘Scream’ tersebut dikabarkan sudah berdamai dengan sang produser terkait permasalahan ini.

Harvey Weinstein yang pernah meraih Oscar juga dituding melakukan pelecehan seksual pada seorang model 2015 silam. Wanita tersebut mengklaim sang produser bertanya hal-hal tidak senonoh sambil menyentuh bagian intim tubuhnya.

Selain itu, Harvey Weinstein juga disebut memaksa para wanita untuk memijat dan memaksa telanjang jika ingin karier sang artis baru di dunia hiburan meroket. @LI-15