Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Catalonia dapat dukungan deklarasi kemerdekaan, Spanyol gelar rapat darurat
Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy. FOTO: Getty Images
Eropa

Catalonia dapat dukungan deklarasi kemerdekaan, Spanyol gelar rapat darurat 

LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Spanyol langgsung menggelar rapat kabinet setelah para pemimpin Catalonia menunda deklarasi kemerdekaan.

Rapat kabinet darurat itu akan dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy.

Pemerintah Spanyol resah dengan pernyataan pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont yang menyebutkan sudah mendapat dukungan untuk mendeklarasikan kemerdekaan.

Karena itu, Rajoy bersumpah akan menggunakan segala sesuatu dalam kekuasaannya untuk mencegah kemerdekaan dan menolak peraturan langsung atas wilayah semi otonom tersebut. Langkah yang diambilnya ini, menurut para analis dapat menimbulkan kerusuhan.

Pasalnya, kata Rajoy, yang dipertaruhkan adalah masa depan sebuah wilayah berpenduduk 7,5 juta orang. Dan wilayah di Catalonia merupakan salah satu kekuatan ekonomi Spanyol.

“Jika mereka lepas dari kami akan menimbulkan kekhawatiran atas stabilitas di Uni Eropa,” serunya, seperti dilansir dari laman AFP, Rabu 11 Oktober 2017.

Politik Spanyol yang menentang kemerdekaan Catalonia membuat Puigdemont dan kalangan separatis di wilayah tersebut agak goyah. Wakil Perdana Menteri Soraya Saenz de Santamaria menuturkan bahwa Puigdemont orang yang tidak berpendirian tetap dan mudah goyah.

“Puigdemont adalah orang yang tidak tahu di mana dia berada, ke mana dia pergi atau dengan siapa dia ingin berjuang,” kata Soraya.

Sementara itu, para warga Barcelona menetang penundaan deklarasi kemerdekaan tersebut, salah satunya Maria Rosa Bertran. Menurutnya, semakin cepat berpisah dari Spanyol, Catalonia bisa bebas dari penderitaan.

“Saya merasa lebih buruk karena menderita lebih lama lagi. Keragu-raguan dan ketidakpastian adalah hal terburuk yang bisa terjadi pada kita,” tukasnya.

Sementara itu, Selasa waktu setempat, Presiden Catalonia, Carles Puigdemont mengusulkan agar Parlemen menunda pengumuman kemerdekaan Catalonia agar bisa berdialog dengan Spanyol.

“Saya mengusulkan menunda deklarasi kemerdekaan ini untuk memulai dialog dalam beberapa pekan mendatang,” kata Puigdemont.

Baca Juga:  Bocah TK meninggal dunia setelah berenang di Waterpark Citraland Surabaya

Ia menyatakan bahwa dirinya menerima keinginan rakyat Catalonia untuk merdeka dari Spanyol. Mandat rakyat inilah yang akan menjadikan Catalonia sebuah republik terpisah dari Spanyol.@LI-13