Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Maling ‘sopan’ ini selalu ucapkan salam sebelum garong rumah kosong
Kapolsek Wonokromo Kompol I Gede Suartika, menginterogasi maling 'sopan' (nanda)
HEADLINE JATIM RAYA

Maling ‘sopan’ ini selalu ucapkan salam sebelum garong rumah kosong 

LENSAINDONESIA.COM: Mutolip (38) warga Jl Sido Kapasan dibekuk Tim Anti Bandit Polsek Wonokromo, karena kedapatan melakukan aksi pencurian di Jl Sidosermo VIII/111.

Modus yang digunakan Mutolip saat beraksi terbilang ‘sopan’. Yaitu, mengucapkan salam (Assalamualaikum) saat mengincar rumah sepi yang jadi sasarannya. Ucapan salam itu sendiri hanya pura-pura saja dilakukan untuk memastikan kondisi rumah sedang sepi alias penghuninya tak ada.

Setelah beberapa kali menguap salam tak ada jawaban, barulah Mutolip masuk dan menyikat barang berharga milik korbannya. Namun jika ada penghuninya, pelaku berpura-pura menanyakan apakah ada kamar yang dikoskan.

Seperti yang dilakukannya di rumah Johanes bagus Buntoro di Jl Sidosermo VIII/111 Surabaya. Saat itu usai maghrib, Mutolip mendatangi rumah Johanes Bagus Buntoro yang pintunya terbuka dan nampak sepi. Pelaku berulang kali mengucap salam namun tak ada jawaban sehingga yakin rumah sedang kosong. Padahal pemilik rumah sedang memperbaiki tembok belakang.

Dengan cepat Muntolip masuk rumah dan mengambil ponsel Galaxy Star putih yang saat itu sedang dicharger. Setelah berhasil mencuri, pelaku keluar rumah. Namun sekitar 15 meter, pemilik rumah yang sadar baru saja ada orang masuk rumahnya dan mengambil ponsel langsng meneriakinya maling.

“Teriakan korban didengar warga yang langsung beramai-ramai mengepung pelaku dan menangkapnya lalu menyerahkan ke polisi,” terang Kapolsek Wonokromo Kompol I Gede Suartika, Rabu (11/10/2017).

Di hadapan penyidik Polsek Wonokromo, maling sopan itu sudah beberapa kali beraksi melakukan aksi pencurian dengan modus ucapkan salam. “Sudah tiga kali saya mencuri setelah sebelumnya berpura-pura mengucapkan salam. Saya terpaksa melakukan hal ini karena hasil sebagai pemulung kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” terangnya. @nanda

Baca Juga:  Program Kartu Sehat distop Walikota Bekasi, DPRD ‘tepuk jidat’ pertanyakan dana Rp383 M